Abstrak RSS

Makna Public Relations Sebagai Profesi Perempuan Bagi Mahasiswa Public Relations

Makna Public Relations Sebagai Profesi Perempuan Bagi Mahasiswa Public Relations
GABRIELLA NANIN F
Unpad
Indonesia
Unpad
, ,

ABSTRAK
 
Gabriella Nanin Febrian, 210110080189, mahasiswa Jurusan Hubungan
Masyarakat, Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Padjadjaran. Penelitian ini
berjudul “Makna Public Relations Sebagai Profesi Perempuan Bagi Mahasiswa
Public Relations” dengan  Dr. Hj, Hanny Hafiar, M.si., sebagai pembimbing utama
dan Diah Fatma Sjoraida, M.Si., sebagai pembimbing pendamping. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana profesi PR sebagai profesi perempuan dalam pandangan mahasiswa laki-laki ilmu hubungan masyarakat Fikom Unpad. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori fenomenologi Schutz dan teori fenomenologi Husserl. Penelitian ini menggunakan paradigma konstruktivisme dengan jenis penelitian fenomenologi. Teknik pengumpulan data yang digunakan antara lain wawancara mendalam, observasi partisipan, dan dokumentasi dan studi kepustakaan,
dengan teknik pengumpulan key informan dengan cara purposif sampling. Sedangkan teknik analisis data menggunakan tiga tahap, yaitu reduksi, penyajian, serta penarikan kesimpulan. Teknik validitas data menggunakan triangulasi sumber data. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa profesi PR sebagai profesi perempuan dimaknai mahasiswa laki-laki jurusan Ilmu Hubungan Masyarakat Fikom Unpad sebagai stereotip negatif tanpa bukti. Selain itu, profesi PR yang diidentikkan sebagai profesi yang feminin merupakan hambatan yang membatasi calon praktisi PR laki-laki untuk berkarir dalam PR. Kemudian profesi PR sebagai profesi yang feminin juga dianggap sebagai penyebab profesi PR dipandang sebelah mata. Berikutnya profesi PR sebagai profesi perempuan juga dimaknai sebagai keadaan yang masih keliru, karena seharusnya PR tidak dilihat berdasarkan gender melainkan berdasarkan kemampuan yang dimiliki masing-masing individu. Adapun motif mahasiswa laki-laki jurusan Ilmu Hubungan Masyarakat Fikom Unpad dalam memilih jurusan public relations dibagi ke dalam dua kategori, yaitu motif yang berorientasi ke masa lalu (because motive), dan berorientasi ke masa depan (in order to motive). Sedangkan pengalaman komunikasi informan dalam proses penyesuaian diri informan dengan profesi PR yang identik dengan profesi perempuan, terdiri dari beberapa tahap pengalaman, yakni pengalaman informan dalam mengenal PR, pengalaman informan yang berkaitan dengan stereotip “PR adalah profesi yang feminin”, pengalaman informan berhadapan dengan pandangan negatif dari lingkungan sekitar, pengalaman mengenai realitas dunia PR, dan berujung kepada ketetapan keputusannya untuk menjadi PR. Saran yang dapat diberikan untuk penelitian ini adalah agar setiap elemen dalam dunia PR bersama-sama berusaha dengan caranya masing-masing untuk mengubah stereotip negatif yang selama ini melekat pada profesi PR agar terbentuk citra positif dari profesi ini dan tercapainya keadilan bagi laki-laki dan perempuan
dalam memperoleh kesempatan serta hak-haknya sebagai manusia dalam dunia PR.

ABSTRACT
 
Gabriella Nanin Febrian, 210110080189, student of Public Relations
study , Faculty of Communication Science, Padjadjaran University. Title of this
research is “Meaning of Public Relations as Female Profession For Public
Relations Student” with Dr. Hj, Hanny Hafiar, M.Sc., as  primary counselor and
Fatma Sjoraida Diah, M.Sc., as secondary counselor. This research aims to determine how the PR profession as a female profession in the eyes of male students majoring in public relations science Fikom Unpad. Theory used in this research is Schutz`s phenomenological theory and
Husserl`s phenomenological theory.  This research uses a constructivist paradigm and phenomenological research type. Data collection techniques used is in-depth interviews, participant
observation, and documentation and study of literature, with purposive sampling
as technique to determine key informant. While analysis data techniques uses
three steps, which are reduction, presentation, and drawing conclusions. Validity
of the data using data sources triangulation. Results from these research shows that the meaning of PR profession as a feminine profession according to male students majoring in public relations
science Fikom Unpad are as negative stereotyping without evidence. In addition,
the PR profession which is identified as a feminine profession means barriers that
restrict a men to work as a PR. Then the PR profession as a feminine profession
is also considered as the cause of PR profession underestimated. Next, public
relations as a profession of women is also interpreted as a state that is still
wrong, because the PR should not be seen by gender but by the capabilities of
each individual. The motive of male students majoring in public relations science
Fikom Unpad when deciding to choose a public relations department were
divided into two categories, which are oriented to the past (Because motive), and
oriented to the future (in order to motive). While, their communication experience
in the process of adjustment to the PR profession which is synonymous with
women profession consists of several stages of experience, informant’s
experience when identifying PR, their experience related to the stereotype “PR is
a feminine profession”, their experience dealing with the negative view of the
surrounding environment, experience about the reality of PR`s world, and led to
his decision to become a PR. Advice that can be given in this research is that all each elements in the
PR world together trying in their own way to change the negative stereotypes that
have been attached to the PR profession in order to form a positive image of the
profession and the achievement of justice for men and women in obtaining
opportunities and rights as human beings in the world of PR.
 

Download: File Cover , File Abstrak ,