Abstrak RSS

Rekonstruksi Kekerasan Taruna di Akademi Kepolisian Semarang dalam Rubrik Investigasi Tempo

Rekonstruksi Kekerasan Taruna di Akademi Kepolisian Semarang dalam Rubrik Investigasi Tempo
RANTI NURAENI
Unpad
Indonesia
Unpad
, , ,

ABSTRAK

Ranti Nuraeni, 210111090032, 2012. Skripsi ini berjudul, RekonstruksiKekerasan Taruna di Akademi Kepolisian Semarang dalam Rubrik“Investigasi” Tempo: Studi tentang rekonstruksi kekerasan taruna di AkademiKepolisian Semarang dalam rubrik “Investigasi” majalah Tempo edisi 3-9 Oktober 2011 dengan topik “Tradisi Brutal di Akademi Perwira”, menggunakanmetode analisis wacana kritis model Teun A. van Dijk. Pembimbing utama H.Darmawan Zainun, Drs., MS. dan pembimbing pendamping Laswani, Dra., M.Si.Jurusan Jurnalistik, Fakultas Ilmu Komunikasi, Universitas Padjadjaran, Bandung. Tujuan penelitian ini mengetahui rekonstruksi kekerasan taruna ditinjauaspek teks, aspek kognisi sosial, dan aspek konteks sosial.  Penelitian ini menggunakan metodologi kualitatif dengan paradigma teori kritis. Peneliti menggunakan metode Analisis Wacana Kritis dengan pendekatan model Teun A. van Dijk. Hasil penelitian ini menunjukkan aspek teks menjadi salah satu elemenuntuk memenuhi fungsi pemberi informasi dan pemantau kekuasaan. Pemilihandiksi menjadi strategi bagi Tempo untuk melindungi sumber beritanya dan
menunjukkan independensinya. Kemudian, ditinjau dari aspek kognisi sosial,terlihat bahwa Tempo telah beropini seharusnya polisi menjadi petugas pengayommasyarakat yang tidak dididik dengan kekerasan. Ditinjau dari aspek konteks sosial menunjukkan kekerasan di Akpol yang berawal dari tradisi senioritas inisudah menjadi tradisi kekerasan yang sistemik. Simpulan penelitian ini bahwa secara keseluruhan wacana di rubrik“Investigasi” edisi 3-9 Oktober 2011 ini telah memenuhi karakteristik penulisanberita mendalam. Tempo tidak hanya berfungsi sebagai pemberi informasi tapi
juga pemantau kekuasaan. Saran penelitian ini supaya Tempo lebih mencermati proses penyuntinganisi wacana. Tempo harus tetap mengutamakan unsur berimbang dalam isilaporannya. 

ABSTRACT


Ranti Nuraeni, 210111090032, 2012. This thesis is titled The Taruna
Reconstruction Violence in Akademi Kepolisian Semarang In Tempo
Investigation Rubric. The study of taruna violence in the rubric of reconstruction
investigation Tempo October 3-9th Edition, 2011 with the topic “Tradisi Brutal di
Akademi Perwira” Semarang approach critical discourse analysis using a model
Teun A. van Dijk. Major advisors H. Darmawan Zainun, Drs., and companion
mentor Laswani, Dra., M.S.,  Majoring Journalism, Communication Faculty,
Padjadjaran University, Bandung.  The purpose of this study was to know the violence reconstruction of the discourse of the text aspect, the aspect of social cognition, and social context aspects. This study used qualitative methodology with critical theory paradigm.
Researchers using Critical Discourse Analysis Model approach Teun A. van Dijk.
The results of the election showed the text aspect of diction to be one of the
elements to fulfill the function of providing the information and monitoring
powers. The selection of words become a representative to show the independency
and protect the source.  The results of this aspect of social cognition, suggesting
that Tempo had opinion that police officers should be people who are not
educated guidance with violence. The results of the aspects of the social context,
that the violence in the Police Academy that begins with the tradition of seniority
is already become a systemic tradition of violence. Conclusions from this research that the overall discourse on the issue of the investigation section 3 to 9 October 2011 it has met the characteristics of indepth news writing. Tempo not only serve as a conduit of information but also monitoring of power. Tempo suggestion that more research is looking at the process of editing the content of the discourse. Tempo must continue prioritizing the elements balanced in his report.

Download: File Cover , File Abstrak ,