Abstrak RSS

Lahir dan Berkembangnya Klinik Pengobatan Herbal serta Pengaruhnya Terhadap Kesehatan Masyarakat di Kota Bandung (1999-2012)

Lahir dan Berkembangnya Klinik Pengobatan Herbal serta Pengaruhnya Terhadap Kesehatan Masyarakat di Kota Bandung (1999-2012)
ASEP MUHAMAD JAZULI
Unpad
Indonesia
Unpad
, , , , ,

Skripsi ini berjudul “Lahir dan Berkembangnya Klinik Pengobatan Herbal serta Pengaruhnya Terhadap Kesehatan Masyarakat di Kota Bandung (1999-2012)”. Skripsi ini membahas tentang lahirnya klinik-klinik pengobatan herbal di Kota Bandung dan perkembangannya, faktor yang menyebabkan lahir dan berkembangnya klinik-klinik pengobatan tersebut, serta pengaruhnya terhadap kesehatan masyarakat.
Metode penelitian yang digunakan dalam skripsi ini adalah metode sejarah. Metode sejarah terdiri dari empat tahapan, yaitu heuristik, kritik, interpretasi, dan historiografi.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa, lahirnya klinik pengobatan herbal di Kota Bandung pada tahun 1999 adalah karena pada saat itu Indonesia sedang dilanda krisis ekonomi, sehingga daya beli masyarakat menurun, termasuk daya beli dalam bidang kesehatan. Sejalan dengan harga obat yang terus naik secara tajam, timbul keinginan untuk menggunakan bahan obat alami dari alam atau biasa disebut herbal, selain harga yang relatif murah, juga mudah di dapat dan sedikit efek samping. Hal itulah yang kemudian menyebabkan berkembangnya klinik-klinik pengobatan herbal tersebut. Klinik-klinik pengobatan herbal yang lahir dan berkembang di Kota Bandung adalah berupa klinik pengobatan tradisional yang menggunakan herbal sebagai obatnya. Pada umumnya, klinik-klinik tersebut bercorak Islami, hal itu terlihat dari nama-namanya, misal: Klinik H.M. Nawawi; Klinik Ustad Rahmat HD; Klinik Gus Nur Rakhman; dan lain-lain. Adanya respon yang baik dari masyarakat, menunjukkan bahwa masyarakat dapat menerima kehadiran klinik-klinik pengobatan herbal tersebut, sehingga klinik-klinik semacam itu dapat tetap eksis di tengah masyarakat Kota Bandung dari tahun 1999 sampai dengan batas akhir aspek temporal penelitian ini, yaitu tahun 2012. Berdirinya klinik-klinik pengobatan herbal tersebut mengindikasikan adanya potensi industri baru layanan kesehatan. Di samping itu, dengan semakin berkembangnya klinik pengobatan herbal di Kota Bandung turut mempengaruhi kesehatan masyarakat. Hal ini ditunjukkan dengan semakin tingginya Angka Harapan Hidup (AHH) masyarakat Kota Bandung.