Abstrak RSS

POTENSI DAN PENGEMBANGAN PANAS BUMI SKALA KECIL SEBAGAI ENERGI UTAMA SETEMPAT MENJADI KAWASAN TERPADU DI PULAU FLORES, NUSA TENGGARA TIMUR

POTENSI DAN PENGEMBANGAN PANAS BUMI SKALA KECIL SEBAGAI ENERGI UTAMA SETEMPAT MENJADI KAWASAN TERPADU DI PULAU FLORES, NUSA TENGGARA TIMUR
TIANNI L SIHOTANG
Unpad
Indonesia
Unpad
, , , ,

ABSTRAK
Intensitas tektonik yang cukup tinggi, dan aktivitas kegunungapian yang cukup intensif di daratan Pulau Flores menyebabkan Pulau Flores memiliki sumber daya alam yang sangat potensial, yaitu potensi sumber daya panas bumi yang cukup besar yaitu 813 MWe, namun hingga sekarang belum dikembangkan. Selain potensi panas bumi, Pulau Flores juga di memiliki potensi mineral logam yang cukup prospek untuk dikelola, antara lain emas (Au), Mangan (Mn), Besi (Fe), Seng (Zn), Tembaga (Cu), Timah hitam (Pb). Disisi lain, rasio elektrifikasi Pulau flores sangat kecil, yaitu 39,92% pada tahun 2011 dan sistem kelistrikannya isolated, hal ini diakibatkan oleh kondisi geografisnya yang terdiri atas kepulauan dan penyebaran penduduk yang tidak merata. Untuk menaikkan rasio elektrifikasi di Pulau flores, perlu dikembangkan pengembangan panas bumi skala kecil. Pembangunan suatu PLTP memerlukan dana investasi awal yang besar, untuk menambah nilai keekonomian PLTP Skala Kecil, sebaiknya dikembangkan secara terintegrasi dengan Pemanfaatan Langsung, dengan memanfaatkan sisa uap dari PLTP skala kecil tersebut. Pemanfaatan langsung ini dapat dimanfaatkan untuk industri pengolahan hasil pertanian, peternakan, industri pertambangan dll.
Berdasarkan hasil jawaban responden, diperoleh bahwa kontribusi Pemanfaatan Panas Bumi Skala Kecil dan Pemanfaatan Langsung berpengaruh positif terhadap kenaikan Rasio Elektrifikasi dan nilai keekonomiannya; Pemanfaatan Panas Bumi Tidak Langsung Skala Kecil dan Pemanfaatan Panas Bumi Secara Langsung memberikan pengaruh positif terhadap peningkatan Nilai Tambah (pelistrikan desa, industri pertambangan dan pertanian/peternakan,). Berdasarkan kriteria keterdapatan sumber daya mineral, keterdapatan potensi panas bumi, status penggunaan lahan, ketersediaan infrastruktur, maka Kabupaten Manggarai Barat, Manggarai, dan Ende perlu dipertimbangkan lebih lanjut sebagai lokasi bagi pengembangan kawasan terpadu berbasis panas bumi.

Download: