Abstrak RSS

Perubahan Identitas Di Balik Pengalaman Bekerja Sebagai Pembantu Rumah Tangga Di Jazirah Arab (Studi Fenomenologis Dengan Pendekatan Interaksionisme Simbolik Terhadap Para Mantan Tkw Asal Kabupaten Pasuruan – Jatim)

Perubahan Identitas Di Balik Pengalaman Bekerja Sebagai Pembantu Rumah Tangga Di Jazirah Arab (Studi Fenomenologis Dengan Pendekatan Interaksionisme Simbolik Terhadap Para Mantan Tkw Asal Kabupaten Pasuruan – Jatim)
Yun Fitrahyati Laturrakhmi
Unpad
Indonesia
Unpad
, , ,

Pengalaman bekerja sebagai pembantu rumah tangga di Jazirah Arab membawa para TKW pada posisinya sebagai aktor dalam komunikasi antarbudaya. Di balik besarnya perbedaan yang harus dihadapi, kesamaan agama menjadi pertimbangan yang penting terkait pemilihan negara-negara di Jazirah Arab sebagai negara tujuan bekerja. Satu dari sekian perbedaan yang harus dihadapi para TKW adalah pembatasan interaksi yang ditetapkan para majikan Arab pada mereka. Pembatasan interaksi yang berimbas pada bagaimana para TKW menjalani pekerjaan mereka, turut membawa perubahan dalam diri para TKW setelah kepulangan mereka ke Indonesia. Berkaca pada adanya pembatasan interaksi tersebut, penelitian ini hadir dengan tujuan memperoleh gambaran tentang perubahan identitas yang terjadi pada para mantan TKW di balik pengalaman bekerja sebagai pembantu rumah tangga di Jazirah Arab. Pengetahuan atas perubahan identitas yang terjadi pada para mantan TKW menjadi penting untuk melihat bagaimana diri dapat termofidikasi karena interaksi dengan orang lain. Untuk memperoleh gambaran tentang bagaimana para mantan TKW mengalami dunia pekerjaan sebagai pembantu rumah tangga di Jazirah Arab hingga berujung pada perubahan identitas yang terjadi, maka digunakanlah fenomenologi sosial yang berangkat dari pemikiran Schutz sebagai metodologi dalam penelitian ini. Di samping itu, digunakan pula perspektif Interaksionisme Simbolik untuk membantu menjelaskan bagaimana perubahan identitas yang terjadi pada diri para mantan TKW. Penelitian terhadap 7 orang mantan TKW asal Kabupaten Pasuruan (JATIM) yang pernah bekerja di Jazirah Arab selama lebih dari satu tahun ini menunjukkan adanya tiga jenis perubahan identitas yang terjadi. Pada jenis pertama, perubahan terjadi dari identitas marginal menuju pada identitas materialis. Perubahan ini ditandai oleh terjadinya perubahan secara menonjol pada aspek material hingga membawa para informan pada peningkatan status sosial. Kemudian, jenis kedua terjadi dari identitas marginal menuju pada identitas material-agamis di mana perubahan terjadi secara menonjol pada aspek material dan spiritual. Sementara itu, jenis ketiga merupakan perubahan dari identitas marginal menuju pada identitas agamis yang dicirikan oleh perubahan secara menonjol pada aspek spiritual. Pada perubahan jenis kedua dan ketiga terjadi pula perubahan sudut pandang atas kehidupan. Ketiga jenis perubahan identitas tersebut tidak terlepas dari pengalaman bekerja di Jazirah Arab, termasuk hubungan yang dibangun dengan majikan. Bagaimana para informan membangun hubungan dengan majikan itu sendiri ditentukan pula oleh motif-motif yang mendasari para informan untuk bekerja di Jazirah Arab. Para informan dalam hubungan interpersonal, majikan hadir sebagai significant others bagi mereka. Kondisi sebaliknya terjadi pada para informan dalam hubungan formal dengan majikan. Kehadiran majikan sebagai significant others membawa para informan pada perubahan sudut pandang dalam kehidupan yang berujung pada terjadinya perubahan identitas.

The work experience as domestic helpers in the Arabian Peninsula took the female migrant workers to her position as an actor in intercultural communication. Beyond the magnitude differences that must be faced, the common religion was an important consideration in selecting the countries in the Arabian Peninsula as their destination. One of the cultural differences that must be faced by those helpers was restriction of interactions established by their Arab employers. These restrictions that impact on how the helpers doing their work, also bring about change within the helpers upon their return to Indonesia. Reflecting on this, the purpose of the study is to obtain an overview of the identity changes that occur in the ex-migrant domestic workers behind the experience of working as domestic helpers in Arabian Peninsula. The description about identity changes becomes important for understanding the behavioral changes shown by ex-migrant domestic workers upon their return to Indonesia as well as for observing how the self alters due to interactions. To obtain an overview of how the ex-migrant domestic workers has experienced the world of work as a domestic helper in the Arabian Peninsula that bring to an identity change, this study used a phenomenology as a methodology. In addition, Symbolic Interactionism perspective is also used to help explaining how the identity changes happen to those ex-migrant domestic workers. The study toward seven of ex-migrant domestic workers from Pasuruan Regency (Eastern Java) who had worked in the Arabian Peninsula for more than one year shows that there are three types of identity changes that occur. In the first type, identity change occur from the marginal identity to the materialist identity. This type is characterized by identity changes that occur prominently in the material aspects, which led to social status enhancement. Then, the second type of identity changes occur from marginal identity to materialis-agamis identity in which the changes occur prominently in the material and spiritual aspects. Meanwhile, the third type of identity changes occur from marginal identity to religious identity as occurred in the ex-migrant domestic worker with the prominent change is the spiritual aspect. Changes in their life’s perspective also occur in the second and third type of identity changes. The three types of identity change depend on the experience of working in Arabian Peninsula, including the relationship built with their employer. The type of relationship is determined by their motives that underlie their work as domestic helper in Arabian Peninsula. In interpersonal relationship type, the employer took the position as significant others to the ex-migrant domestic workers. Otherwise, in the formal relationship type, the employer didn’t take that position. The position as significant others led the ex-migrant domestic workers to the changes in their life’s perspective that bring to a change of identity.

Untuk keterangan lebih lanjut silahkan menghubungi http://cisral.unpad.ac.id