Abstrak RSS

Tingkat Keramahan dan Produktivitas Alat Tangkap di Kabupaten Indramayu (Studi Kasus: PPI Karangsong)

Tingkat Keramahan dan Produktivitas Alat Tangkap di Kabupaten Indramayu (Studi Kasus: PPI Karangsong)
LANTUN PARADHITA DEWANTI
Unpad
Indonesia
Unpad
, ,

Lantun Paradhita Dewanti, (Dibimbing oleh: Dulmiā€™ad Iriana dan Junianto) 2013. Tingkat Keramahan dan Produktivitas Alat Tangkap di Kabupaten Indramayu (Studi Kasus: PPI Karangsong)

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat keramahan dan produktivitas alat tangkap berdasarkan hasil tangkapannya di Kabupaten Indramayu, dengan melakukan studi kasus di PPI Karangsong. Penelitian dilakukan mulai dari 28 Januari sampai 18 Maret 2013 dengan menggunakan alat tangkap jaring rampus, gill net millenium (kelompok jaring insang hanyut), arad (kelompok pukat kantong), bubu lipat (kelompok trap) dan pancing rawai (kelompok pancing). Analisis data meliputi komposisi jenis hasil tangkapan, ukuran hasil tangkapan utama, serta pemanfaatan hasil tangkapan. Nilai produktivitas dihitung dengan nilai CPUE alat tangkap. Hasil penelitian menunjukkan bahwa alat tangkap yang paling banyak digunakan adalah pukat kantong dan jaring insang. Bubu lipat (kelompok trap) memiliki tingkat keramahan paling tinggi dengan kategori ramah, selanjutnya jaring rampus, gill net millenium dan pancing rawai memiliki kategori agak ramah, serta arad dengan kategori tidak ramah. Produktivitas tertinggi ditunjukan oleh alat tangkap arad dengan nilai produktivitas sebesar 0,59 ton/trip, perbandingan produktivitas alat tangkap adalah 0.95 : 0,64 : 1 : 0,01 (pancing : jaring insang : arad : bubu/trap).