Abstrak RSS

Kajian Model Komunikasi, Informasi Dan Edukasi (Kie) Ketahanan Pangan Keluarga Miskin Di Kabupaten Bandung, Propinsi Jawa Barat

Kajian Model Komunikasi, Informasi Dan Edukasi (Kie) Ketahanan Pangan Keluarga Miskin Di Kabupaten Bandung, Propinsi Jawa Barat
Dr. Hepi Hapsari, Ir. MS., Sri Fatimah, Ir.MAb.Ph.D., Endah Djuwendah, SP.MSi. dan Iwan Setiawan, SP.MSi
Unpad
Indonesia
Unpad
, , , ,

Komunikasi, Informasi dan Edukasi Ketahanan Pangan adalah upaya perubahan sosial yang diorganisasikan dengan baik oleh change agent untuk memperkenalkan gagasan atau perilaku mandiri pangan kepada sekelompok orang (target adopter) antara lain keluarga miskin.

Tujuan penelitian ini adalah mengkaji pengetahuan dan sikap keluarga miskin terhadap program-program ketahanan pangan; mengidentifikasi Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE) untuk program ketahanan pangan; merumuskan rekomendasi model KIE ketahanan pangan keluarga miskin.

Tempat penelitian di Kabupaten Bandung, di dua kecamatan tahan pangan dan dua kecamatan rawan pangan. Sasaran penelitian pada aras mikro adalah keluarga miskin, peserta berbagai program ketahanan pangan atau pengentasan kemiskinan. Pada aras meso adalah para pejabat dan tokoh masyarakat di tingkat desa, kecamatan dan kabupaten.

Metode penelitian adalah survey deskriptif dengan eksplorasi data secara kuantitatif dan kualitatif. Desain ini relevan untuk mengevaluasi kebijakan yang meliputi wilayah yang luas dan populasi penduduk yang banyak dengan cara mengambil sampel representatif yang dapat menggambarkan kondisi faktual.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengetahuan dan sikap keluarga miskin terhadap program ketahanan pangan masih relatif rendah. Mereka tidak mengetahui tujuan program, yang penting adalah bantuan pemerintah untuk bertahan hidup meskipun untuk jangka waktu yang pendek. Upaya keluarga miskin untuk tahan pangan bukan berdasarkan KIE yang disampaikan oleh pemerintah namun karena interaksi sosial mereka dengan lingkungannya (modal sosial).

Jenis-jenis media yang disukai untuk KIE ketahanan pangan oleh masyarakat adalah televisi, VCD, radio, dan media cetak seperti poster dan brosur. Narasumber yang dipercaya masyarakat untuk menyampaikan informasi dan edukasi ketahanan pangan adalah bidan desa, pengurus posyandu, tokoh agama, tokoh tani dan pedagang perantara. Sedangkan materi (pesan) ketahanan pangan yang menarik adalah raskin, lumbung desa simpan pinjam dan penganekaragaman konsumsi pangan berbasis pangan lokal.

Model KIE yang direkomendasikan adalah pendekatan kelompok dan massa dengan menggunakan berbagai media dan narasumber yang dipercaya oleh masyarakat khususnya keluarga miskin.

Download: Pdf