Abstrak RSS

Sindrom Insensitivitas Androgen

Sindrom Insensitivitas Androgen
Tita Husnitawati Madjid
Universitas Padjadjaran, Cermin Dunia Kedokteran vol. 39 no. 1, ISSN : 0125-913X, Januari 2012, http://www.kalbemedical.org/CDK.aspx
Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris
Universitas Padjadjaran, Cermin Dunia Kedokteran vol. 39 no. 1, ISSN : 0125-913X, Januari 2012, http://www.kalbemedical.org/CDK.aspx

Sindrom insensitivitas androgen (androgen insensitivity syndrome, AIS) adalah sekumpulan gangguan perkembangan seksual akibat mutasi gen penyandi reseptor androgen. Pada AIS, seseorang yang secara genetik laki-laki (karena mempunyai satu kromosom X dan satu kromosom Y) mengalami resistensi terhadap hormon laki-laki sehingga hasil akhirnya secara fisik berpenampilan wanita. Sebagian besar AIS berpenampilan undervirilization dengan beragam derajat dan/atau keadaan infertilitas. Seseorang dengan complete androgen insensitivity syndrome (CAIS) berpenampilan laki-laki, kecuali kariotipe 46XY yang disertai testis andesensus, yaitu keadaan yang disebut testicular feminization. Sejak tahun 1990, terungkap pemahaman mekanisme molekuler AIS sekaligus pengelolaannya. Sangatlah penting memberikan perlindungan hukum untuk golongan ini dan interseksual lainnya, juga meningkatkan kesadaran publik dengan cara memacu pemahaman/pengertian dan penerimaan dari keragaman alamiah identitas gender ini. Informasi yang berharga, akurat, dan ilmiah untuk pasien sangat diperlukan, demikian pula para dokter tidak lagi serta merta merekomendasikan terapi konvensial melalui pembedahan. Keputusan memilih intervensi bedah kini dipandang sebagai hak/kebebasan pasien, bukan sesuatu yang diharuskan untuk mengoreksi keadaan-keadaan yang ambigu, seperti AIS.

Download: .Full Papers