Abstrak RSS

Gambaran Hubungan Persaudaraan (Sibling Relationship) pada Masa Dewasa Awal yang Mengalami Perceraian Orangtua Pada Masa Anak Hingga Remaja

Gambaran Hubungan Persaudaraan (Sibling Relationship) pada Masa Dewasa Awal yang Mengalami Perceraian Orangtua Pada Masa Anak Hingga Remaja
ISNA NADIA
Unpad
Indonesia
Unpad
, ,

Saat ini Indonesia merupakan salah satu negara dengan tingkat perceraian tertinggi di dunia. Perceraian merupakan peristiwa krisis pada tahap pembentukan (formation phase) dari hubungan persaudaraan individu. Namun, dampak dari perceraian itu sendiri baru terlihat setelah hubungan persaudaraan individu memasuki tahap pemeliharaan (maintaining phase). Tahap pemeliharaan hubungan persaudaraan berlangsung pada saat individu mulai memasuki masa dewasa awal. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memperoleh gambaran hubungan persaudaraan pada individu dewasa awal yang mengalami perceraian orang tua pada masa anak hingga remaja.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survey. Jumlah sampel adalah sebanyak 103 responden berusia 20-30 tahun yang mengalami perceraian pada masa anak hingga remaja. Teknik sampling yang digunakan adalah convinience sampling. Alat ukur yang digunakan adalah Sibling Relationship Questionnaire (SRQ) oleh Furman & Buhrmester, 1985.
Hasil dari penelitian ini adalah seluruh responden memiliki faktor warmth, conflict, relative power/status, dan rivalry dengan rentang rendah hingga tinggi. Secara umum, mayoritas responden (70%) termasuk dalam kategori tinggi pada faktor warmth; 68% responden tergolong dalam kategori rendah pada faktor conflict; 60% responden tergolong dalam kategori tinggi pada faktor relative power/status, dan 72% responden tegolong kedalam kategori rendah pada faktor rivalry. Penelitian ini juga mengungkapkan 19 kombinasi dari faktor – faktor pembentuk hubungan persaudaraan.

Download: