Abstrak RSS

PENGARUH PENGUKURAN KOLEKSI BARANG SENI TERHADAP EFISIENSI MUSEUM SENI

PENGARUH PENGUKURAN KOLEKSI BARANG SENI TERHADAP EFISIENSI MUSEUM SENI
LOETHANO ALDWIN
Unpad
Indonesia
Unpad
, , , , ,

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui klasifikasi pada koleksi seni, metode pengukuran yang digunakan oleh museum seni, serta pengaruh metode pengukuran koleksi barang seni terhadap efisiensi museum seni
Penelitian ini menggunakan metode analisis kualitatif dan statistik deskriptif. Sampel dalam penelitian adalah museum seni yang memiliki laporan keuangan auditan dari tahun 2015-2017. Data yang digunakan berasal dari 23 museum seni yang masuk kedalam daftar Top 100 Art Museum Attendance 2016 yang dikeluarkan oleh Art Newspaper.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa, terdapat 9 kategori utama yang digunakan sebagai klasifikasi koleksi seni/aset sejarah dengan kategori artist sebagai kategori yang paling banyak digunakan dan British Museum sebagai museum dengan penggunaan klasifikasi koleksi seni/aset sejarah. Pada metode pengukuran, terdapat 14 museum yang memasukkan koleksi seni/aset sejarah kedalam laporan posisi keuangan, dan 9 museum yang tidak memasukkan koleksi seni/aset sejarah kedalam laporan posisi keuangan. Dari 14 museum yang memasukkan koleksi seni/aset sejarah kedalam laporan posisi keuangan, 8 museum menggunakan metode biaya dan nilai wajar, 1 menggunakan metode biaya, dan 5 museum menggunakan metode nilai wajar. Selain itu, analisis yang Uji t dengan tingkat signifikansi 5% menunjukkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan antara metode pengukuran koleksi seni dengan efisiensi museum seni.