Abstrak RSS

PEMBINGKAIAN PEREMPUAN PELAKU DALAM VIDEO PORNOGRAFI DI PEMBERITAAN TRIBUNNEWS.COM

PEMBINGKAIAN PEREMPUAN PELAKU DALAM VIDEO PORNOGRAFI DI PEMBERITAAN TRIBUNNEWS.COM
Maudy Fitri Hutami
Unpad
Indonesia
Unpad
, , ,

Maudy Fitri Hutami. 210110140128. 2018. Pembingkaian Perempuan Pelaku dalam Video Pornografi di Pemberitaan Tribunnews.com (Analisis Framing Model Zhongdang Pan dan Gerald M. Kosicki mengenai Pembingkaian Sosok Perempuan sebagai pelaku dalam Video Pornografi di Pemberitaan Tribunnews.com Edisi 25-27 Oktober 2017). Pembimbing utama Dr. Hj. Nuryah Asri Sjafirah, S.Sos., M.Si dan pembimbing pendamping Pandan Yudhapramesti, S.Sos., MT. Jurusan Ilmu Jurnalistik, Fakultas Ilmu Komunikasi, Universitas Padjadjaran, Jatinangor.
Penelitian ini bertujuan mengetahui pembingkaian perempuan sebagai pelaku dalam video pornografi dari perguruan tinggi ternama di Indonesia pada situs berita tribunnews.com. Objek penelitian ini adalah rangkaian berita dalam situs tribunnews.com yang melakukan bias gender. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan analisis framing model Zhongdang Pan dan Gerald M. Kosicki. Dilihat dari struktur sintaksis, skrip, tematik, dan retoris untuk mengetahui cara media mengkonstruksi sebuah wacana berita, dengan melakukan penonjolan tertentu.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 27 berita tribunnews ada 17 berita yang membahas perempuan dan beberapa memiliki kesamaan isi berita. Tribunnews membingkai sosok perempuan sebagai pelaku di dalam video pornografi dalam struktur sintakis, tribunnews menampilkan narasumber dan sumber yang mendukung bahwa pelaku dalam video pornografi adalah HA berasal dari PTN ternama di Indonesia. Pada struktur skrip, Tribunnews menonjolkan unsur siapa sosok perempuan yang berasal dari UI. Dalam struktur tematik, tribunnews dominan menggunakan koherensi penjelas untuk menekankan argumen pada di isi berita. Terakhir, struktur retoris menunjukan tribunnews telah melanggar KEJ karena menampilkan foto yang diduga HA. Peneliti menyimpulkan bahwa tribunnews menggambarkan HA hingga kehidupan pribadinya, hal ini sudah melanggar privasi korban.
Peneliti menyarankan agar tribunnews melakukan verifikasi sumber dan akurasi data kembali agar informasi yang disebar sesuai fakta dan tidak melanggar KEJ dan tidak memasukan opini wartawan ke dalam berita.

Download: File Abstrak ,