Abstrak RSS

Seksualitas Vis a Vis Spiritualitas Dalam Pesan Kontras Pornografi dan Religiositas Karya Sastra (Semiotika Komunikasi Serat Centhini)

Seksualitas Vis a Vis Spiritualitas Dalam Pesan Kontras Pornografi dan Religiositas Karya Sastra (Semiotika Komunikasi Serat Centhini)
Joko Susilo
Unpad
Indonesia
Unpad
, , , , , ,

Serat Centhini merupakan masterpiece karya sastra dan ensiklopedi dalam kebudayaan Jawa, ditulis pada tahun 1814 oleh Ki Ngabei Ranggasutrasna, R.Ng. Yasadipura II dan R.Ng. Sastradipura. Serat Centhini berisi sekitar 144 tema. Sebagian tema membahas tentang seksualitas dan spiritualitas. Berangkat dari hal tersebut, peneliti tertarik untuk mengungkap tentang: Formulasi pesan kontras pornografi dan religiositas; Posisi teks tentang seksualitas dan spiritualitas; serta Makna dari teks seksualitas dan spiritualitas dalam Sêrat Cênthini.
Penelitian menggunakan basis Teori Simbol dari Susanne K. Langer serta Teori Semiotika Roland Barthes dan Charles Sander Peirce serta Teori Representasi Sosial.
Penelitian ini mengambil paradigma konstruktivistik dengan menggunakan metode penelitian semiotika. Fokus penelitian pada teks seksualitas dan spiritualitas dalam Serat Centhini jilid I sampai V. Analisis data menggunakan semiotika Barthes dan semiotika Peirce.
Hasil penelitian menemukan bahwa formulasi pesan seksualitas dan spiritualitas dalam Serat Centhini dalam posisi selalu dipersandingkan. Persandingan tersebut bukan dalam kedudukan yang sejajar tetapi bahwa aspek seksualitas adalah bagian tidak terpisahkan dari dimensi spiritualitas. Pada tataran denotatif, teks seksualitas dan spiritualitas memberi ragam pengetahuan terhadap kedua entitas tersebut, tetapi pada level konotatif mempunyai makna bahwa aspek seksualitas tidak bisa dipisahkan dengan spiritualitas. Pada tingkat ideologis, kedua jenis teks memberi informasi: seksualitas mempunyai peran paradoks, bisa sebagai penghantar sekaligus juga menjadi penghalang pencapaian puncak spiritual, dan spiritualitas manusia Jawa dibedakan ke dalam tiga kategori: Hakekat (Tasawuf), Syariat (Fikiah), dan Taubat (Hijrah).
Berdasar hasil penelitian di atas, peneliti mendapat temuan bahwa tim penulis Serat Centhini memperhitungkan dengan cermat penempatan teks seksualitas dan spiritualitas menggunakan strategi diametral dalam penyusunan pesan. Dengan menggunakan dasar kajian madzab semiotika, Serat Centhini di samping karya sastra juga sebagai karya komunikasi.

Download: File Abstrak ,