Abstrak RSS

PENGARUH KEPEMIMPINAN DAN BUDAYA ORGANISASI TERHADAP AKUNTABILITAS MELALUI SISTEM PENGENDALIAN INTERNAL PADA ORGANISASI PERANGKAT DAERAH KABUPATEN/KOTA DI JAWA BARAT

PENGARUH KEPEMIMPINAN DAN BUDAYA ORGANISASI TERHADAP AKUNTABILITAS MELALUI SISTEM PENGENDALIAN INTERNAL PADA ORGANISASI PERANGKAT DAERAH KABUPATEN/KOTA DI JAWA BARAT
Kadar Nurjaman
Unpad
Indonesia
Unpad
, , , ,

Penelitian ini menganalisis pengaruh kepemimpinan dan budaya organisasi dalam mempengaruhi akuntabilitas melalui sistem pengendalian internal organisasi perangkat daerah (OPD) di Provinsi Jawa Barat. Penelitian descriptive explanatory survei. Pengumpulan data melalui kuesioner, wawancara dan observasi. 240 sample OPD dipilih secara acak sederhana. Unit observasi auditor dan staff. Analisis data menggunakan SEM covarian.
Hasil penelitian menunjukan sistem pengendalian internal berada pada kategori kurang baik. Beberapa kabupaten yang berstatus baru atau telah melepaskan status sebagai kabupaten tertinggal belum memiliki sistem pengendalian internal yang efektif. Kepemimpinan berada pada karegori kurang baik. Ketergantungan pimpinan OPD pada pimpinan daerah untuk penetapan strategi organisasi, arah perubahan dan implementasi strategi di organisasi tinggi, akan tetapi otonomi pimpinan OPD dalam melaksanakan fungsi strategis kurang. Budaya organisasi berada pada kategori baik. Para ASN memiliki nilai-nilai kemantapan dan orientasi hasil. Pemahaman nilai sebagai organisasi layanan publik dioperasionalisasikan dalam bentuk perilaku yang berorientasi pada stabilitas organisasi. Akuntabilitas berada pada kategori kurang baik. Kemampuan setiap daerah maupun kota dalam mendukung terwujudnya akuntabilitas publik belum sesuai harapan. Kecukupan informasi pada sistem pelaporan akuntansi baik untuk keuangan dari APBD maupun dana perimbangan masih lemah.
Sistem Pengendalian Internal, kepemimpinan dan budaya memiliki pengaruh terhadap akuntabilitas. Organisasi yang cermat, memperhatikan administrasi, pengamanan asset dan menjaga kebijaksanaan lebih patuh pada hukum, proses maupun program serta kebijakan. Pemimpin yang visioner dan mendorong perubahan organisasi mempengaruhi tingkat akuntabilitas publik.
Kebaruan penelitian yaitu peran kepemimpinan dan budaya organisasi sebagai antecedent akuntabilitas melalui Sistem Pengendalian Internal sebagai variabel intervening. “Faktor-faktor kepemimpinan dan Budaya Organisasi menentukan akuntabilitas melalui sistem pengendalian internal”.