Abstrak RSS

Pengaruh Lama Ekstraksi Terhadap Mutu Minyak Atsiri Daun Pandan Wangi (Pandanus Amaryllifolius Roxb.) Menggunakan Metode Microwave Assisted Extraction (MAE)

Pengaruh Lama Ekstraksi Terhadap Mutu Minyak Atsiri Daun Pandan Wangi (Pandanus Amaryllifolius Roxb.) Menggunakan Metode Microwave Assisted Extraction (MAE)
ASRI SOPIANA MARWAH
Unpad
Indonesia
Unpad
, ,

Pandan wangi (Pandanus amaryllifolius Roxb.) merupakan tanaman yang mudah dibudidayakan karena cocok dengan iklim tropis dan salah satu tanaman yang mengandung minyak atsiri namun pengembangannya di Indonesia belum banyak. Salah satu metode yang dapat digunakan untuk menghasilkan minyak atsiri daun pandan wangi yaitu metode Microwave Assisted Extraction (MAE). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh lama ekstraksi yang berbeda terhadap nilai rendemen dan mutu minyak atsiri daun pandan wangi dengan menggunakan metode Microwave Assisted Extraction (MAE). Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif. Variasi lama ekstraksi yang digunakan yaitu 1, 2, 3, 4, dan 5 menit. Parameter uji yang dilakukan meliputi warna, bobot jenis, indeks bias, kadar sisa pelarut dan bilangan asam. Hasil dari penelitian menunjukkan perbedaan lama ekstraksi memberikan pengaruh pada nilai rendemen dan mutu minyak atsiri daun pandan wangi. Semakin lama waktu ekstraksi maka nilai rendemen, bobot jenis, dan indeks bias semakin meningkat, sedangkan pada nilai bilangan asam dan kadar sisa pelarut terjadi penurunan. Ekstraksi 5 menit merupakan perlakuan terbaik dengan nilai rendemen total sebesar 3,49%; bobot jenis 0,8533; indeks bias 1,3542; kadar sisa pelarut 75,24%; dan bilangan asam 3,725 mgKOH/g. Karakteristik warna yang dihasilkan kuning kemerahan.