Abstrak RSS

Pengaruh Rasio Bahan dengan Pelarut Terhadap Mutu Minyak Atsiri Daun Pandan Wangi (Pandanus amaryllifolius Roxb.) Menggunakan Metode Ultrasound-Assisted Extraction (UAE)

Pengaruh Rasio Bahan dengan Pelarut Terhadap Mutu Minyak Atsiri Daun Pandan Wangi (Pandanus amaryllifolius Roxb.) Menggunakan Metode Ultrasound-Assisted Extraction (UAE)
Amilah Ridho Rahmani
Unpad
Indonesia
Unpad
, ,

Pandan wangi merupakan salah satu tanaman yang dapat dimanfaatkan
sebagai pemberi aroma pada produk makanan atau dapat juga diolah menjadi
minyak atsiri. Minyak atsiri ini memiliki banyak manfaat dan biasa digunakan
sebagai pewangi, farmasi, kosmetika dan aroma terapi. Salah satu metode yang
dapat digunakan untuk mendapatkan minyak atsiri adalah Ultrasound AssistedExtraction (UAE). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh rasio bahan
dengan pelarut terhadap mutu minyak atsiri daun pandan wangi dengan metode
Ultrasound-Assisted Extraction (UAE). Metode penelitian yang digunakan adalah
metode deskriptif. Pelarut yang digunakan adalah n-heksan. Variasi rasio bahan
dengan pelarut yang digunakan adalah 1:20, 1:25, 1:30, 1:35 dan 1:40 (b/v). Setiap
perlakuan dilakukan pengulangan sebanyak tiga kali. Waktu ekstraksi dengan
gelombang ultrasonik (UAE) yaitu selama 40 menit dengan amplitudo 50%. Hasil
penelitian menunjukkan bahwa perbedaan penggunaan rasio bahan dengan pelarut
mempengaruhi nilai rendemen dan mutu minyak astiri daun pandan wangi yang
dihasilkan. Semakin tinggi rasio bahan dengan pelarut maka rendemen total, bobot
jenis dan indeks bias meningkat, sedangkan bilangan asam dan kadar sisa pelarut
menurun. Rasio bahan dengan pelarut 1:40 (b/v) merupakan perlakuan terbaik
dengan rendemen total sebesar 4,33%. Minyak atsiri daun pandan wangi yang
dihasilkan berwarna kuning kemerahan dengan nilai bobot jenis 0,8301, indeks bias
1,350, bilangan asam 4,4481 mg KOH/g, dan kadar sisa pelarut sebesar 71,83%.