Abstrak RSS

CSR DAN KEMITRAAN SEBAGAI PEMBENTUK CITRA DAN DAYA SAING YANG BERIMPLIKASI TERHADAP KINERJA PERUSAHAAN PADA INDUSTRI TEKSTIL DI JAWA BARAT – INDONESIA

CSR DAN KEMITRAAN SEBAGAI PEMBENTUK CITRA DAN DAYA SAING YANG BERIMPLIKASI TERHADAP KINERJA PERUSAHAAN PADA INDUSTRI TEKSTIL DI JAWA BARAT – INDONESIA
Diana Damey
Unpad
Indonesia
Unpad
, , , , ,

Penelitian dilatarbelakangi kinerja perusahaan pada industri tekstil yang belum optimal. Industri teksil yang menghasilkan produk unggulan, yaitu kebutuhan pokok sandang dan menyerap lebih dari 10% tenaga kerja di industri manufaktur, ternyata pertumbuhan kontribusinya terhadap PDB menurun pada tahun 2012-2015. Oleh karena itu, tujuan penelian ini untuk memperoleh hasil analisis dan kajian keterkaitan kinerja perusahaan, daya saing dan citra yang didukung oleh Corporate Social Responsibility (CSR) dan kemitraan pada perusahaan tekstil di Provinsi Jawa Barat, Indonesia.
Posisi penelitian (state of the art) untuk menjawab tujuan penelitian adalah dimunculkannya daya saing dan citra (sebagai intervening variable) yang memperkuat sinergitas antara CSR dan kemitraan.
Sensus dilakukan terhadap populasi perusahaan dalam industri tekstil di Jawa Barat, melalui analisis deskriptif diuji dengan analisis skor (indeks rata-rata) dan analisis verifikatif untuk melengkapi melalui metode SEM.
Model ini menunjukkan kebaruan, karena berbeda dalam:
– konsep CSR dan Kemitraan sebagai variabel dependen dalam membentuk Kinerja Perusahaan (Buciuniene dan Kazlauskaite, 2011),
– konsep Daya Saing sebagai variabel dependen, baik dibentuk oleh CSR (Shuili et al, 2007; Filho et al, 2010) maupun Kemitraan (Mitrea et al, 2015),
– konsep Daya Saing sebagai variabel independen dalam membentuk Kinerja Perusahaan (Hao Ma, 2000; Castro et al, 2003),
– konsep Citra sebagai variabel dependen, baik dibentuk oleh CSR (Filho, 2010) serta Kemitraan (Grabher, 1993; La France dan Lehman, 2005),
– Konsep Citra variabel independen dalam membentuk Kinerja Perusahaan (Thompson dan Chen, 1998; Bhattacharya dan Sen, 2003).

Sedangkan kebaruan dari penelitian ini yang berbeda dengan penelitian terdahulu adalah citra dan daya saing merupakan variabel intervening yang memediasi antara CSR dan kemitraan dengan kinerja perusahaan.
Yang menarik dari model ini, setelah dikonfirmasi dengan empiriknya adalah kemitraan lebih memberikan solusi pada Citra dibandingkan dengan CSR, namun CSR lebih memberikan solusi kepada daya saing dalam mendukung optimasi dalam kinerja perusahaan. Penelitian ini menghasilkan novelty dengan nama model CSR dan kemitraan sebagai pembentuk citra dan daya saing dalam optimalisasi kinerja perusahaan.