Abstrak RSS

Teori Entrenchment Dalam Penentuan Pembayaran Dividen Perusahaan Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia

Teori Entrenchment Dalam Penentuan Pembayaran Dividen Perusahaan Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia
Henny Setyo Lestari
Unpad
Indonesia
Unpad
, , ,

Penelitian ini dilakukan untuk mengidentifikasi teori entrenchment dalam
penentuan pembayaran dividen. Ada tiga isu pokok dalam penelitian ini yaitu
struktur kepemilikan ultimat, konflik keagenan dan asimetri informasi.
Kondisi dimana sebagian perusahaan publik di Indonesia tidak pernah
melakukan pembayaran dividen untuk periode 2008-2016 memunculkan dugaan
bahwa kemungkinan ekspropriasi terjadi pada kelompok perusahaan tersebut. Isu
pertama adalah Ultimate Ownership, Indonesia sebagai negara dengan sistem
hukum yang lemah untuk perlindungan terhadap pemegang saham (civil law).
Tingginya konsentrasi hak suara pemegang saham pengendali berhubungan
dengan tingginya ekspropriasi terhadap saham minoritas yang merupakan efek
teori entrenchment. Kedua, adalah perusahaan dengan struktur kepemilikan
tersebar terjadi konflik insider-outsider (Agency Conflic) adalah antara manajer
dan pemegang saham publik yang tersebar. Pihak manajer lebih banyak
menguasai informasi mengenai prospek perusahaan dibandingkan pemegang
saham publik yang tersebar. Ketiga adalah kondisi Asymmetri Information dan
sistem hukum yang lemah menyebabkan pemegang saham mayoritas (corporate
insider) memiliki peluang untuk melakukan ekpropriasi terhadap pemegang
saham minoritas (pemegang saham publik) melalui kebijakan dividen. Sampel
yang digunakan sebanyak 9 perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek
Indonesia selama periode 2008-2016. Pengambilan sampel dengan purposive
sampling.
Hasil penelitian yang diperoleh Ultimate Ownership memiliki pengaruh
negatif, sedangkan Agency Conflic dan Asymmetri Information berpengaruh
positif terhadap penentuan dividen. Pada saat hak kontrol melebihi hak aliran kas,
insentif pemegang saham pengendali untuk melakukan ekspropriasi meningkat.
Pemegang saham pengendali menggunakan kontrol yang dimilikinya untuk
memperoleh manfaat privat selain dividen yang dibagi secara prorate sesuai
besarnya hak aliran kas