Abstrak RSS

Perancangan Model Bisnis untuk Validasi Produk pada Usaha Pemula Bidang Hilirisasi Minyak Atsiri Manner Perfume

Perancangan Model Bisnis untuk Validasi Produk pada Usaha Pemula Bidang Hilirisasi Minyak Atsiri Manner Perfume
ARIP RAHMAN JAYA
Unpad
Indonesia
Unpad
, , ,

Manner Perfume merupakan usaha pemula berbasis teknologi dan pemberdayaan pada komoditas lokal dan petani lokal minyak atsiri yang mengangkat nilai tambah berupa parfum alami dengan tambahan senyawa fiksatif minyak atsiri tanaman nilam sebagai zat pengikatnya. Senyawa pengikat ini diperoleh dengan teknologi distilasi fraksinasi vakum yang memisahkan komponen minyak berdasarkan perbedaan titik didih. Usaha pemula ini telah berjalan dalam beberapa tahun dengan model bisnis yang telah dirancang sebelumnya, namun dalam pelaksanaannya model bisnis yang digunakan belum optimal. Oleh karena itu, diperlukan pengembangan model bisnis yang tepat agar menjadi sebuah start-up bisnis yang berdaya saing, bernilai tambah dan berkelanjutan. Tugas akhir ini dilakukan pada bulan April 2018 sampai September 2018 dengan menggunakan metode penelitian kualitatif dan kuantitatif serta jenis penelitian tindakan (action research), dilakukan secara berulang-ulang. Tindakan yang dilakukan adalah perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi. Perangkat analisis setiap Minimum Viable Product menggunakan perangkat SWOT (strengths, weaknesses, opportunities, and threats) dan perangkat evaluasi setiap Kanvas Model Bisnis menggunakan perangkat Blue Ocean Strategy (BOS). Analisis kualitatif dan kuantitatif menggunakan pembobotan skala likert. Berdasarkan hasil pembobotan menggunakan skala likert dengan skala 1 sampai 10, diperoleh skor rata-rata model bisnis Manner Perfume mengalami perubahan secara signifikan pada minimium viable product ketiga dengan perolehan customer segments (segmen pelanggan) (8,28), customer relationship (hubungan pelanggan) (8,84), channels (saluran pemasaran) (8,42), value proposition (proposisi nilai) (8,52), revenue streams (sumber pemasukan) (8,76), key resource (sumber daya kunci) (8,37), key activity (aktivitas kunci) (8,21), key partners (mitra kunci) (8,35), cost structure (struktur biaya) (8,6). Perolehan skor rata-rata tersebut sangat baik yang menunjukkan Minimum viable product tiga telah menggambarkan perubahan pada bisnis yang telah dilakukan dengan berbagai modifikasi elemen di setiap blok kanvas model bisnis maupun dengan mengganti atribut elemen yang kurang mendukung perkembangan dan keberlanjutan usaha