Abstrak RSS

DAMPAK KREDIT MIKRO PADA PROGRAM NASIONAL PEMBERDAYAAN MASYARAKAT (PNPM) MANDIRI PERDESAAN DALAM MENINGKATKAN KESEJAHTERAAN MASYARAKAT

DAMPAK KREDIT MIKRO PADA PROGRAM NASIONAL PEMBERDAYAAN MASYARAKAT (PNPM) MANDIRI PERDESAAN DALAM MENINGKATKAN KESEJAHTERAAN MASYARAKAT
MEITY PRIHARTANTI
Unpad
Indonesia
Unpad
,

Dalam proses pemulihan ekonomi Indonesia, sektor UMKM memiliki peranan yang sangat stategis dan penting. Tahun 2007 pemerintah membentuk PNPM. PNPM (Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri Perdesaan Mandiri Perdesaan) adalah program untuk mempercepat penanggulangan kemiskinan secara terpadu dan berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dampak kredit mikro pada PNPM Mandiri Perdesaan terhadap kesejahteraan masyarakat, untuk mengetahui dampak kredit mikro pada PNPM Mandiri Perdesaan terhadap kondisi social ekonomi masyarakat sebelum dan setelah menerima manfaat kredit, untuk mengetahui faktor pendukung dan penghambat terlaksananya kegiatan mikro pada PNPM Mandiri Perdesaan di Kecamatan Sukasari. Jenis penelitian ini menggunakan strategi eksplanatoris sekuensial, dengan pengolahan data yang diolah secara kualitatif dan kuantitatif. Kuestioner didistribusikan lepada 100 orang sampel (50 orang anggota PNPM dan 50 orang non anggota PNPM). Model penelitian yang digunakan yaitu Uji Beda (dependent dan indipendent). Hasil penelitian ini menunjukan Pemberian kredit mikro pada PNPM Mandiri Perdesaan berdampak terhadap kesejahteraan masyarakat, sedangkan masyarakat Non PNPM Mandiri Perdesaan tidak berdampak terhadap kesejahteraan masyarakat. Masyarakat Kecamatan Sukasari merasakan dampak positif dari sisi social ekonomi setelah menjadi anggota PNPM. Sedangkan bagi kelompok yang bukan merupakan anggota PNPM tidak nampak adanya perubahan social ekonomi yang signifikan. Ada beberapa hal yang menjadi faktor yang mendukung keberhasilan kegiatan, diantaraya: motivasi, dukungan keluarga, persyaratan yang mudah, bunga yang ringan, adanya dana pengembalian IPTW, tanpa jaminan serta jangka waktu pengembalian yang dapat ditentukan oleh kelompok. Juga terdapat beberapa factor penghambat antara lain: tingkat pendidikan anggota yang rendah, sistem jaminan tanggung renteng, evaluasi yang tidak terstruktur, kurangnya proses pendampingan.