Abstrak RSS

KAJIAN PENGGUNAAN BERBAGAI JENIS PELARUT ORGANIK DENGAN METODE MASERASI TERHADAP KARAKTERISTIK EKSTRAK OLEORESIN LADA PUTIH (Piper nigrum L.)

KAJIAN PENGGUNAAN BERBAGAI JENIS PELARUT ORGANIK DENGAN METODE MASERASI TERHADAP KARAKTERISTIK EKSTRAK OLEORESIN LADA PUTIH (Piper nigrum L.)
MUHAMMAD REZA DAHLEVI
Unpad
Indonesia
Unpad
, , ,

Lada merupakan rempah yang sangat terkenal di dunia. Lada putih yang dijual umumnya hanya berupa biji lada utuh ataupun bubuk. Salah satu cara untuk meningkatkan kualitas dan produksi adalah dengan menjadikannya kedalam bentuk oleoresin. Penentuan jenis pelarut dalam pembuatan ekstrak oleoresin merupakan faktor yang penting. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui jenis pelarut yang paling baik dalam proses ekstraksi lada secara maserasi sehingga dihasilkan ekstrak oleoresin lada putih dengan karakteristik terbaik. Penelitian ini terdiri dari dua jenis bahan baku yaitu lada putih kualitas A dan B dengan menggunakan 3 jenis pelarut yang berbeda dengan rasio 1:5 yaitu: pelarut etanol 96%, pelarut aseton, dan pelarut etil Asetat dengan metode maserasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan jenis pelarut pada saat ekstraksi menghasilkan karakteristik ekstrak oleoresin lada putih yang berbeda-beda. Kadar sisa pelarut yang diperoleh yaitu berkisar antara 22,22 – 74,41%, rendemen yang dihasilkan berkisar antara 6,70% – 7,68%. Kadar Piperine yang dihasilkan berkisar antara 41,03% – 49,19%. Warna meliputi nilai L*, a* dan b* adalah L* 35,37 – 47,48, a* 3,43 – 7,49 dan b* 32,86 – 35,59. Kadar minyak atsiri yang dihasilkan berkisar antara 10,50% – 19,50%. Indeks bias minyak berkisar 1,4918 – 1,4972. Nilai skoring aroma rata-rata panelis terhadap oleoresin lada putih berkisar antara 3,07 hingga 3,80 (tajam). Nilai skoring sensasi panas rata-rata panelis terhadap oleoresin lada putih berkisar antara 3,13 hingga 4,47 (tajam). Berdasarkan rekapitulasi data oleoresin lada putih kualitas B memiliki hasil yang cukup baik sehingga lada putih kualitas B masih dapat dimanfaatkan sebagai oleoresin.