Abstrak RSS

IDENTIFIKASI DAN PERBAIKAN SISTEM KERJA PADA PT. BIMANDIRI AGRO SEDAYA DENGAN METODE FAILURE MODE EFFECT ANALYSIS (FMEA)

IDENTIFIKASI DAN PERBAIKAN SISTEM KERJA PADA PT. BIMANDIRI AGRO SEDAYA DENGAN METODE FAILURE MODE EFFECT ANALYSIS (FMEA)
Alfando Putrantyo Wiratama
Unpad
Indonesia
Unpad
, ,

Berdasarkan data yang dihimpun oleh Badan Pusat Statistik Indonesia dan dipublikasikan tahun 2018 sektor pertanian, kehutanan dan perikanan dapat menyerap tenaga kerja sebanyak 31,87% pada bulan februari tahun 2017 sedangakan pada bulan agustus 2017 dapat menyerap tenaga kerja sebanyak 29,68% dan bulan februari tahun 2018 menyerap tenaga kerja sebanyak 30,46%. PT.Bimadiri Agro Sedaya merupakan sebuah perusahaan yang bergerak dalam bidang agorindustri. Perusahaan ini memproduksi bahan-bahan hasil pertanian yang kemudian dikemas. Perusahaan ini masih memiliki beberapa permasalah mengenai pemborosan yang terjadi ketika proses produksi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi pemborosan yang terjadi di PT.Bimandiri Agro Sedaya dan melakukan penanganan perbaikan pemborosan yang terjadi. Metode untuk menganalisis pemborosan yang terjadi menggunakan analisis Cause and Effect Analysis dan untuk menentukan prioritas pemborosan secara kualitaitif yang ingin diperbaiki menggunakan metode Failure Mode Effect Analysis dan untuk mengukur perubahan yang terjadi pada pemborosan pekerja menggunakan metode Work Sampling. Hasil dari penelitian ini didapatkan nilai Risk Priority Number (RPN) tertinggi pada stasiun kerja pembagian sebesar 245 dengan penyebab pemborosan adalah bermain ponsel dan menunggu bahan baku dengan waktu non produktif selama 3 jam 58 menit 26 detik/hari. Perbaikan yang dilakukan untuk mengurangi waktu non produktif dari pekerja adalah menggabungkan stasiun kerja pemeriksaan dan penentuan tujuan barang dengan staisun kerja pengemasan dan pelabelan. Hasil dari perbaikan sistem kerja didapatkan waktu non produktif dari pekerja berkurang menjadi 2 jam 10 menit 39 detik/hari dan didapatkan produktivitas dari pekerja ada yang mengalami peningkatan dan penurunan hal ini dikarenakan perbedaan kepribadian mengenai kedisiplinan dalam bekerja.