Abstrak RSS

Kajian Koperasi Persusuan di Jawa Barat

Kajian Koperasi Persusuan di Jawa Barat
Achmad Firman, SPt., MSi
Unpad
Indonesia
Unpad
, ,

Seiring dengan perkembangan peternakan sapi perah di Indonesia, berbagai permasalahan persusuan pun semakin bertambah pula baik permasalahan dari sisipeternak, koperasi, maupun dari industri pengolahan susu. Sejak dilakukan impor sapi perah secara besar-besaran dari Australia dan New Zealand pada awal tahun 1980-an, ternyata produktivitas usahaternak rakyat masih tetap rendah seolah jalan ditempat, karena manajemen usahaternak dan kualitas pakan yang diberikan sangat tidak memadai. Memperbaiki manajemen peternakan rakyat merupakan problema yang cukup komplek, tidak hanya merubah sikap peternak tetapi juga bagaimana menyediakan stok bibit yang baik dan bahan pakan yang berkualitas dalam jumlah yangmemenuhi kebutuhan. Dampaknya terlihat pada rendahnya kualitas susu yang ditunjukkan oleh tingginya kandungan bakteri (Total Plate Count = TPC) dan rendahnya nilai total solid (TS) masih dibawah rata-rata yaitu di bawah 11,3%. Dengan kata lain, permasalahan yang terjadi di tingkat peternak adalah tingkat kualitas susu yang dihasilkan masih sangat rendah, baik dari sisi total bakteri (TPC) ataupun Total Solid (TS). Kondisi di atas tidak lepas dari peran koperasi persusuan dalam melakukan pembinaan terhadap peternak. Akan tetapi, koperasi persusuan juga mengalami problematika dalam manajem usahanya, hal ini terlihat banyaknya koperasi yang gulung tikar. Oleh karena itu, diperlukan koperasi yang handal dalam mengelola usaha dengan menerapkan sistem kejujuran dalam manajemen koperasi.

Download: pdf