Abstrak 
Model Potensi Kerja Terpadu Dan Kompetensi Kerja Sebagai Prediktor Kinerja Bermakna
Ratna Jatnika Dan Lenny Kendhawati
Unpad
Indonesia
Unpad
kompetensi kerja, potensi kerja, prediktor kerja
Keberhasilan seorang individu dalam pekerjaannya tidak hanya ditentukan oleh kompetensi yang dimilikinya, tetapi juga oleh rasa kompeten (self-efficacy), etos kerja, motivasi penyelesaian target kerja, serta semangat belajar inovatif yang ada pada individu tersebut. Keempat aspek tersebut akan merupakan potensi kerja terpadu yang justru merupakan prediktor utama untuk munculnya perilaku kerja yang tepat. Sedangkan kompetensi (penguasaan pengetahuan profesional dan penguasaan keterampilan teknikal/operasinal) hanyalah sebagai variabel moderator yang akan meningkatkan pengaruh potensi kerja terpadu ini terhadap perilaku kerja. Perilaku kerja yang diharapkan muncul akibat adanya potensi kerja terpadu ini adalah perilaku kerja yang tepat, dinilai tinggi dan mampu mengatasi masalah. Perilaku kerja (kualitas hubungan interpersonal, akseptabilitas kepemimpinan dan kualitas pengembangan kerja sama kelompok) inilah yang akan memunculkan kinerja bermakna, yaitu kinerja yang dihasilkan oleh pemenuhan panggilan untuk melayani lingkungan kerja dengan lebih baik, yang dilakukan tanpa beban dan penuh kepedulian, yang dijalankan dengan langgeng untuk mewujudkan masa depan yang lebih baik.
Penelitian ini merupakan studi kausal secara cross sectional yang dilakukan pada 327 manajer perusahaan jasa di Bandung dan Yogyakarta. Adapun pengukuran variabel dilakukan dengan menggunakan kuesioner dengan skala Likert dan Rating scale. Data yang diperoleh selanjutnya dianalisis dengan menggunakan analisis jalur (path analysis).
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kinerja bermakna dipengaruhi oleh akseptabilitas kepemimpinan, kualitas pengembangan kerja sama kelompok dan kualitas hubungan interpersonal. Adapun akseptabilitas kepemimpinan dipengaruhi oleh etos kerja, rasa kompeten asalkan manajer tidak menekankan pada penguasaan keterampilan teknikal/operasional, motivasi penyelesaian target kerja dengan syarat ma najer menguasai keterampilan teknikal/operasional yang memadai, dan semangat belajar inovatif dengan didukung adanya penguasaan pengetahuan profesional. Sedangkan kualitas pengembangan kerja sama kelompok dipengaruhi oleh etos kerja, rasa kompeten dengan dukungan penguasaan keterampilan teknikal/operasional, dan semangat belajar inovatif dengan didukung adanya penguasaan pengetahuan profesional. Kualitas hubungan interpersonal dipengaruhi oleh etos kerja, dan semangat belajar inovatif dengan didukung adanya penguasaan pengetahuan profesional.
Pustaka Terkait
Informasi
Untuk informasi lebih lanjut silakan hubungi kami menggunakan halaman kontak