Abstrak RSS

Karakterisasi Dan Kekerabatan Kultivar Padi Lokal Di Desa Rancakalong, Kecamatan Rancakalong, Kabupaten Sumedang

Karakterisasi Dan Kekerabatan Kultivar Padi Lokal Di Desa Rancakalong, Kecamatan Rancakalong, Kabupaten Sumedang
Budi Irawan dan Kartika Purbayanti
Unpad
Indonesia
Unpad
, , , , ,

Kajian taksonomi mengenai karakterisasi dan kekerabatan kultivar padi lokal di Desa Rancakalong, Kecamatan Rancakalong, Kabupaten Sumedang telah dilakukan berdasarkan karakter morfologi dan anatomi. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif bersifat deskriptif analisis, meliputi eksplorasi, koleksi, penyusunan pertelaan, penyusunan kunci identifikasi, serta analisis kekerabatan. Dua puluh satu kultivar padi lokal telah diamati, yaitu ‘Cere Manggu’, ‘Cere Sisi’, ‘Gembang’, ‘Gombol’, ‘Hawara Geulis’, ‘Mataram’, ‘Mesir’, ‘Omas’, ‘Omas Bogor’, ‘Omas Torondol’, ‘Racik’, ‘Rayot’, ‘Segon Beureum’, ‘Segon Salak’, ‘Angsana’, ‘Cikur’, ‘Hideung’, ‘Randakaya’, ‘Srikuning’, ‘Waluh’, dan ‘Warsih’. Karakter morfologi yang dapat digunakan untuk membedakan kultivar padi lokal adalah karakter batang (jumlah anakan, tinggi, diameter, tipe permukaan, warna permukaan, jumlah nodus, dan panjang internodus), daun (panjang dan warna lidah daun; panjang telinga daun; ukuran, permukaan atas, dan warna helaian daun), bunga (panjang malai, jumlah bulir; bentuk, ukuran, permukaan, warna permukaan, keadaan ujung permukaan, ekor pada ujung permukaan, panjang tangkai, dan warna tangkai bulir), gabah (bentuk, ukuran, permukaan, warna permukaan, keadaan ujung permukaan, ekor pada ujung permukaan, panjang tangkai, warna tangkai, dan kerontokan gabah), dan beras (bentuk, ukuran, warna, serta keberadaan zat perekat). Karakter anatomi yang dapat digunakan untuk membedakan kultivar padi lokal adalah karakter sel epidermis (jumlah lekukan pada pinggiran dan ukuran sel epidermal, serta bentuk dan ukuran sel silika), stomata (ukuran, indeks, dan kerapatan), dan butir amilum (bentuk, ukuran, dan warna). Kunci identifikasi dan pertelaan telah disusun untuk tingkat kultivar padi. Analisis fenetik menggunakan program NTSYS-pc version 2.0 membagi 21 kultivar padi lokal menjadi 2 cabang berdasarkan karakter ekor pada ujung bulir dan gabah. Cabang pertama adalah kelompok kultivar Indica (‘Cere Manggu’, ‘Cere Sisi’, ‘Gembang’, ‘Gombol’, ‘Mesir’, ‘Omas’, ‘Omas Bogor’, ‘Omas Torondol’, ‘Rayot’, ‘Segon Beureum’, ‘Segon Salak’), dan cabang kedua adalah kelompok kultivar Javanica (‘Hawara Geulis’, ‘Mataram’, ‘Racik’, ‘Angsana’, ‘Cikur’, ‘Hideung’, ‘Randakaya’, ‘Srikuning’, ‘Waluh’, ‘Warsih’).

Download: pdf