Abstrak RSS

Kajian Kelompok Peternak Di Jawa Barat Bagian Timur

Kajian Kelompok Peternak Di Jawa Barat Bagian Timur
Achmad Firman, SPt., MSi
Unpad
Indonesia
Unpad
, , ,

Dalam mencapai visi Jawa Barat sebagai “…Propinsi Termaju dan Mitra Terdepan Ibukota Negara”. Pemerintah Propinsi Jawa Barat telah menetapkan Agribisnis sebagai salah satu “core” bisnisnya. Oleh karena itu, peranan sektor pertanian menjadi sangat strategis dalam pembangunan masyarakat Jawa Barat. Menurut Wachyan (2002), dalam membangun agribisnis di Jawa Barat, setidaknya sektor pertanian mempunyai empat fungsi, yaitu : Fungsi Ekonomi, Fungsi Ketahanan Pangan, Fungsi Stabilitas Ekonomi, dan Fungsi Kelestarian Lingkungan. Oleh karena itu, pembangunan peternakan seperti termuat dalam tujuan pertama pembangunan peternakan yaitu meningkatnya mutu dan peran Sumber Daya Manusia (SDM) peternakan dalam memfasilitasi pembangunan peternakan. Begitu pentingnya peran SDM sebagai salah satu komponen pembangunan peternakan, maka kebijakan pembangunan peternakan harus dapat mengantisipasi berbagai permasalahan yang muncul terkait hal tersebut. Untuk dapat merumuskan kebijakan yang tepat, perlu didukung oleh data yang tepat/akurat, cepat, dan dapat dipertanggungjawabkan, termasuk data kelembagaan kelompok peternak khususnya kelompok peternak yang bergerak pada tingkat budidaya (on-farm), sarana produksi/input (off-farm hulu) maupun agroindustri (off-farm hilir). Keberadaan data dan informasi tentang kelembagaan kelompok peternak masih relatif terbatas sehingga data tersebut belum sepenuhnya mampu mendukung pengembangan peternakan termasuk kelembagaan secara strategis. Data dan informasi merupakan sumber utama untuk mengetahui maju dan mudurnya suatu kegiatan. Permasalahan lain mengenai data statistik ini adalah dalam hal akurasi yang sering dipertanyakan, sehingga diperlukan kejelian dalam menggunakannya. Dalam kasus-kasus tertentu, data kelembagaan kelompok peternak atau yang terkait dengan komponen tenaga kerja di bidang peternakan tidak bersifat statis, melainkan dinamis mengikuti situasi perkembangan usaha peternakan sehingga diperlukan data dan informasi yang terus di update agar dinamika kelembagaan kelompok peternak tersebut dapat terus dipantau. Selama ini, kelembangaan peternak hanya dipandang sebagai suatu objek (target groups) untuk melaksanakan suatu kegiatan atau program dari berbagai institusi, baik pemerintah, perguruan tinggi, lembaga swadaya masyarakat, ataupun institusi lainnya. Biasanya, kegiatan atau program yang dilaksanakan oleh institusi-instusi tersebut lebih bersifat sentraloistik atau top down dan seragam. Kegiatan yang sentralistik tersebut menyebabkan kreativitas lokal tidak dapat muncul karena telah dirancangnya kegiatan tersebut sedemikian rupa. Di samping itu, belum tentu program atau kegiatan yang dilaksanakan sesuai dengan kebutuhan kelompok pada khususnya dan peningkatan kesejahteraan peternak pada umumnya.

Download: pdf