Abstrak RSS

Analisis Mengenai Peran Organizational Values Terhadap Work Engagement Karyawan Departemen Manufaktur/Plant Pt. Mepro Pharmaceutical Industries Bandung

Analisis Mengenai Peran Organizational Values Terhadap Work Engagement Karyawan Departemen Manufaktur/Plant Pt. Mepro Pharmaceutical Industries Bandung
Windha Falosa
Unpad
Indonesia
Unpad
, , ,

Windha Falosa, Analisis mengenai Peran Organizational Values terhadap Work Engagement Karyawan Departemen Manufaktur/Plant PT. Mepro Pharmaceutical Industries Bandung. PT. Mepro Pharmaceutical Industries atau yang umumnya disebut PT. Meprofarm adalah sebuah perusahaan manufaktur yang bergerak di bidang farmasi. PT. Meprofarm dibangun oleh keluarga ‘W’ dalam skala kecil, namun perusahaan ini terus berkembang bahkan saat ini masuk ke dalam peringkat 20 besar perusahaan farmasi nasional terbaik. Di samping itu, perusahaan ini juga sudah mengantongi sertifikat ISO 9001 (Mutu) dan 14001 (AMDAL). PT.Meprofarm memiliki target untuk masuk ke dalam peringkat 10 besar lima tahun ke depan. Untuk dapat mencapai target tersebut, PT. Meprofarm harus meningkatkan performance perusahaannya yang dapat tercapai jika karyawan-karyawannya memiliki Work Engagement yang kuat, terutama pada karyawan Departemen Manufaktur/Plant yang merupakan departemen kunci di PT.Meprofarm. Nilai-nilai budaya Tionghoa yang dimiliki pemilik perusahaan akan turut mewarnai Organizational Values di PT. Meprofarm, apalagi mereka turun langsung dalam mengelola perusahaannya. Organizational Values di PT. Meprofarm terasa kuat karena banyak karyawan yang merasakan adanya kekhasan dari values-nya bila dibandingkan dengan perusahaan farmasi lain. Penilaian karyawan terhadap Organizational Values ini akan berbeda-beda sehingga akan menampilkan Work Engagement yang berbeda pula. Penelitian ini dilakukan untuk mencari tahu tentang bagaimana Peran Organizational Values terhadap Work Engagement. Metode penelitian yang digunakan adalah kausalitas non eksperimental dengan metode analisis jalur. Subjek penelitian adalah karyawan epartemen Manufaktur yang berstatus karyawan tetap dan memiliki latar belakang pendidikan minimal SMA (atau sederajat), dengan sampel sebanyak 75 orang. Ada dua variabel yang dianalisis dalam penelitian ini, yaitu Organizational Values sebagai variabel eksogen/independen dan variabel endogen/dependennya adalah Work Engagement. Kedua variabel ini diukur menggunakan kuesioner yang telah diuji cobakan terlebih dahulu dengan hasil yang menyatakan bahwa keduanya valid dan reliabel. Proses pengolahan data statistik menggunakan bantuan SPSS Ver. 16.0 dan Lisrel 8.80 (Student Version). Hasilnya menunjukkan bahwa kedua variabel berada dalam kategori cenderung kuat dan diketahui bahwa Organizational Values merupakan prediktor yang signifikan bagi Work Engagement secara keseluruhan maupun bagi setiap dimensinya. Value yang paling kuat di PT. Meprofarm adalah only the fittest survive dan cream belongs at the top, sedangkan value yang paling lemah adalah performance is king dan who cares win. Profil Work Engagement karyawan Departemen Manufaktur adalah Dedication, Vigour, dan Absorption. Berdasarkan kondisi kedua variabel yang sudah baik, maka rancangan intervensi yang dibuat bertujuan untuk mempertahankan kondisi keduanya supaya tidak mengalami penurunan di kemudian hari.

Windha Falosa, Analysis of Organizational Values Role to the Work Engagement on Employees of Manufacture/Plant Department at PT. Mepro Pharmaceutical Industries Bandung. PT. Mepro Pharmaceutical Industries or which is commonly so called PT. Meprofarm Bandung is a manufactural industry which is conducting on pharmaceutical sector. This industry was initially established by “W Family” on small scale one but it had been continueously developing and this time can be categorized as top 20 national best pharmaceutical industry. Besides of that, the company is also having ISO Certificate 9001 on Quality and ISO Certificate 14001 on Analysis of Natural Impacts Assessment (AMDAL). PT. Meprofarm is now trying to be the top 10 during the next five years. In order to reach the target, PT. Meprofarm should increase their performance that can be achieved by strengthening on the employee Work Engagement, mainly on Manufacture/Plant Department which is the key department of PT. Meprofarm itselft. As of the company founder, “W Family” whose Tionghoa etnic, is carrying their values on conducting the company, moreover they manage the company by themselves, that why their cultural values color the Organizational Values of PT. Meprofarm. The Organizational Values at PT. Meprofarm is strongly felt by the most of employees due to the special values of the company rather than another pharmaceutical industry. Opinions differ of each employee to the Organizational Values wil perform Work Engagement differ too. Therefore, this research is done in order to know how far the Role of Organizational Values to Work Engagement. Methodology that applied in this research is Causal Research Non Experimental. Research with Path Analysis Method. Subject are employees of Manufacture Department whose permanent status and having education background at least senior high school, where the amount of taken samples is 75 people. There are two variables were analyzed during the research, i.e. Organizational Values as an exogen/independent variable and Work Engagement as an endogen/dependent one. The two variables were measured by using questionnaire that was tried out which a valid and reliable results. Statistical data processing was done by applying SPSS Ver. 16.0 and Lisrel 8.80 (Student Version) softwares. The result shows that the two variables can be classified as tend to strong category and it is known that Organizational Values is a significant predictor for the whole Work Engagement and for each its dimension as well. The strongest value at PT. Meprofarm is “only the fittest survive” and “cream belongs at the top”, whereas the weakest one is “performance is king” and “who cares win”. Work Engagement Profile of Manufacture Department employees is Dedication, Vigour, and Absorption. Based on a good condition of the two variables, so the intervention plan was established for maintaining that condition in order to avoid any decreasing in future time.

Untuk keterangan lebih lanjut silahkan menghubungi http://cisral.unpad.ac.id