Abstrak RSS

Analisis Fasies Dan Sikuen Stratigrafi Formasi Air Benakat Berdasarkan Data Well Log, Pada Lapangan “EA”, Cekungan Sumatra Selatan.

Analisis Fasies Dan Sikuen Stratigrafi Formasi Air Benakat Berdasarkan Data Well Log, Pada Lapangan “EA”, Cekungan Sumatra Selatan.
Ahmad Syahri Fadhli Haqqi, Edy Sunardi, Vijaya Isnaniawardhani
Unpad
Indonesia
Unpad
, , , , , , ,

Sikuen stratigrafi merupakan metode pendekatan yang digunakan dalam eksplorasi yang berguna untuk membantu mengetahui distribusi fasies, interpretasi suksesi pengendapan, dan interpretasi petroleum system yang termasuk fasies seal rock dan reservoir rock. Penelitian ini menjelaskan tentang sikuen kerangka stratigrafi pada lapangan “EA” berdasarkan konsep Sikuen T-R. Interval dari penelitian adalah Formasi Air Benakat , Cekungan Sumatera Selatan yang terendapkan pada kala Miosen tengah. Data yang digunakan untuk penelitian ini adalah tiga data sumur, satu data biostratigrafi, tiga data mudlog, dan 1 data SWC, dan didukung dari data literatur. Metode penelitian adalah dilakukannya analisis elektrofasies. analisis litofasies, analisis lingkungan pengendapan, analisis kerangka sikuen stratigrafi, korelasi bidang sikuen, pemetaan ketebalan, lalu pemodelan sikuen pengendapan dan potensi hidrokarbon. Berdasarkan penelitian yang dilakukan, terdapat satu paket sikuen yang tidak utuh yang termasuk didalamnya terdapat tiga systems tract. Regressive systemstract (RST) pada bagian bawah yang hanya ditemukan pada well 2, Transgressive systems tract yang ditemukan pada semua sumur, lalu diatasnya terdapat RST yang merupakan interval menarik dari penelitian dikarenakan memiliki potensi hidrokarbon. RST tersebut memilki 4 parasikuen yang mayoritas semakin menebal ke arah barat daya, yang membuktikan adanya pengarahan ke basinward . Terdapat dua potensi hidrokarbon pada interval PS 2 pada kedalaman 2744-2806 ft dan PS 4 pada kedalaman 2416-2452 ft. Hal tersebut didukung dari crossover log neutron dan density, lalu adanya data DST pada well 1. Perlu dilakukan penelitian lebih lanjut untuk mengetahui cadangan dan tingkat ekonomis dari potensi hidrokarbon tersebut.

Sequence stratigraphy is one of approach used in exploration that useful for determination fasies distribution, interpretation depositional succession and introduction and interpretation petroleum system include reservoir facies, seal rock and stratigraphical trap delineated. The study provides explanation of sequence stratigraphy framework in “EA” field based on T-R sequence model by Embry. The interval study is Air Benakat Formation, South Sumatra Basin that suggested deposited at Middle Miocene. Some data that used in this study include wireline log data from 3 well, 1 biostratigraphy data, 3 mudlog data and 1 side wall core (SWC) data and supported by literature data. Research method that used are electrofacies analysis, lithofacies analysis, depositional environment analysis, sequence stratigraphy framework analysis, thickness mapping, and depositional sequence modeling and hydrocarbon potential. Based on this study, there is one package of incomplete depositional sequence include 3 systems tract that have known but the boundary can’t delineated all. Both of systems tract that is regressive systems tract (RST) in the lower of interval which only found in well 2and transgressive systems tract (TST) in the upper part of study, and then RST which a study area that has 4 parasequence which thicker to southwest. It is a evidence of depocenter of study area in the south west of study area. This study area has 2 hydrocarbon potential in PS 2 interval at 2744-2806 ft in depth and PS 4 interval at 2416-2452 ft in depth. That was supported by crossover neutron log and density log, and DST data of well 1. Need to the future research to know of reserve and economical grade of its hydrocarbon.

Download: .PDF