Abstrak RSS

Strategi Pengembangan Daerah Tertinggal Di Kabupaten Garut – Strategy Development Of Disadvantaged Areas In Garut Regency

Strategi Pengembangan Daerah Tertinggal Di Kabupaten Garut – Strategy Development Of Disadvantaged Areas In Garut Regency
Endah Djuwendah, Hepi Hapsari, Eddy Renaldy & Zumi Saidah
Unpad
Indonesia
Unpad
, , ,

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas ekonomi yang dapat dikembangkan di wilayah Kabupaten Garut bagian selatan dan strategi dalam pembangunan daerah tertinggal di Garut Selatan.Metode yang digunakan adalah survey deskriptif dengan menggunakan data primer dan data skunder dengan unit analisisnya 16 kecamatan. Teknis analisis menggunakan indek produktivitas relatif (IPR)dan analisis SWOT.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kabupaten Garut bagian selatan memiliki sumberdaya alam yang berciri sektor pertanian,perikanan, peternakan pertambangan dan energi serta pariwisata. Terdapat enam strategi utama untuk pengembangan daerah tertinggal di wilayah Kabupaten Garut di masa mendatang yaitu dengan memadukan pembangunan sektoral dan kewilayahan dengan berbasis pada potensi lokal dengan cara (a) meningkatkan akses kerjasama berbagai sektor pemerintah, swasta dan perguruan tinggi untuk mengatasi keterbatasan dana pembangunan secara berkesinambungan (b) pengembangan ekonomi berbasis potensi sumber daya lokal (c) Optimalisasi peran pusat pelayanan melalui pengingkatan kualitas dan kuantitas pelayanan (d)peningkatan kalitas SDM melalui pendidikan dan pembinaan kelompok,(e)membuka keterisolasian daerah tertinggal melalui keterkaitandengan aapusatpertumbuhan, (f) efektifitas penggelolaa tata ruang kawasan lindung dengan memepertimbangkan kawasan rawan bencana alam.

This study aims to determine: (1) economic activity that can be developed in Garut regency and strategies development of underdeveloped regions in Garut regency.The method used a descriptive survey using primary data and secondary data. The analysis unit was 16 districts. Technical analysis of use relative productivity index (IPR) andSWOT analysis.

The results showed Garut Regency has the natural resources that characterized the agricultural sector and agro-processing industry. Agriculture and mining sectors have relatively higher productivity than other sectors. Potential leading sector stop romoteeconomic growth are agriculture, plantations, livestock, fisheries and tourism.

There are five strategy development of underdeveloped regions in the south of Garut district in the future is to integrate sectoral and territorial development based on local potential by (a) improveacces to the cooperation of government and private sector in sustainable development, (b) promotebusiness opportunities based natural resource potential as a leading sector, namely agriculture, livestock, fisheries and tourism by developing site-spesific commodities and processed products throught appropriate technology and marketing expansion, the arrangement of the area farms, tourism, fisheries and mining, (c) optimazing the role of Garut in West Java as a buffer area with the arrangement of protected areas and cultivation in integrative (d) synchronization and integration policies Provincial and Local Government of Garut in accelerating the development of disadvantaged areas in accordance with the characteristic of region.

Download: Pdf