Abstrak RSS

Membangkitkan Semangat Multikulturalisme Sebagai Budaya Politik Di Jawa Barat

Membangkitkan Semangat Multikulturalisme Sebagai Budaya Politik Di Jawa Barat
Dede Mariana
Unpad
Indonesia
Unpad
, , , ,

Sebagaimana telah diramalkan Alvin Toffler, di tengah arus globalisasi ternyata muncul pula paradoks menguatnya semangat menonjolkan karakter lokalitas. Fenomena ini punya nilai positif, terutama bila dikaitkan dengan era otonomi daerah yang memberi peluang bagi daerah untuk mengembangkan diri seluas mungkin. Otonomi daerah memungkinkan setiap daerah menonjolkan kekhasannya sebagai sumber potensi. Namun di sisi lain, era otonomi daerah yang seluas-luasnya juga berdampak negatif bagi lokalitas dengan berkembangnya semangat etnosentrisme dan potensi disintegrasi dari Negara Kesatuan Republik Indonesia. Berbagai kebijakan yang menonjolkan kepentingan sempit lokalitas tampak mulai dari isu putra daerah, kebijakan transmigrasi yang hanya membuka peluang bagi perpindahan penduduk dalam satu propinsi, sampai dengan upaya mengembalikan simbol-simbol kejayaan kerajaan, seperti yang dilakukan Pemerintah Kabupaten Kutai Kertanegara dengan mengembalikan kedudukan sang raja tapi hanya untuk kepentingan pariwisata, sementara di luar kepentingan pariwisata raja tetap tidak punya kekuasaan apapun.

Download: pdf