Abstrak RSS

Pola Tata Ruang Situs Cangkuang, Leles, Garut: Kajian Keberlanjutan Budaya Masyarakat Sunda – The Planology Of Situs Cangkuang, Leles, Garut: A Cultural Continueing Of Socialize Sunda

Pola Tata Ruang Situs Cangkuang, Leles, Garut: Kajian Keberlanjutan Budaya Masyarakat Sunda – The Planology Of Situs Cangkuang, Leles, Garut: A Cultural Continueing Of Socialize Sunda
Etty Saringendyanti
Unpad
Indonesia
Unpad
, , , ,

Makalah berjudul “Tata Ruang Situs Cangkuang, Leles, Garut: Keberlanjutan Budaya Masyarakat Sunda”, membahas tata ruang situs Cangkuang dari berbagai masa, termasuk di dalamnya masyarakat adat Kampung Pulo melalui studi Arkeologi khususnya Etnoarkeologi.

Situs Cangkuang merupakan situs yang menyimpan sejumlah tinggalan arkeologi dari berbagai masa dalam satu kesatuan ruang (multi component sites). Mulai dari masa prasejarah berupa alat-alat obsidian, gerabah, dan sarana pemujaan, masa Hindu Budha berupa candi Hindu Saiwa, dan masa Islam berupa makam.

Budaya materi itu, didukung pula oleh keberadaan masyarakat adat Kampung Pulo yang hingga kini masih melakukan tradisi hasil akulturasi budaya prasejarah, Hindu Budha, dan Islam yang tercermin pada konsep mengagungkan nenek moyang atau leluhur, tapa misalnya memegang teguh konsep tabu karena alasan adat (pamali), dan memelihara makam-makam suci (keramat). Kelangsungan tradisi itu juga terlihat pada upacara adat, dan pada konsep dasar rancangan arsitektur rumah yang mengacu pada keselarasan antara masusia dengan alam.

The Planology Situs Cangkuang, Leles, Garut: A Cultural Continueing of Socialize Sunda, is an archaeological research, especially etnhoarchaeology, concern the Situs Cangkuang planologic, inclusive the society of Kampung Pulo from some periode.

Situs Cangkuang is a multi component sites. Prehistory indicated by the obsidian equipment, pottery, and the ceremonial equipment, Hindu Budha periode by the Hindu Saiwa temple, and Islamic periode by a mausoleum.

Material cultures, and also supported by existence of Kampung Pulo as a traditional society which still kept the result of traditional culture as an acculturation of prehistory, Hindu Budha, and the Islam culture, which mirror by concept idolize ancestors, “tapa” such as holding firmness conception taboo because custom interdict (pamali), and look after shrine. Continuity of that traditions are also seen at custom ceremony, and at elementary concept of house architecture device which relate at compatibility between human and nature.

Download: pdf