Abstrak RSS

Evaluasi Kelayakan Kualitas Air untuk Budidaya Ikan dalam Karamba Jaring Apung di Waduk Cirata – Evaluation of Water Quality Suitability for Floating-Net Cage Aquaculture in Cirata Reservoir

Evaluasi Kelayakan Kualitas Air untuk Budidaya Ikan dalam Karamba Jaring Apung di Waduk Cirata – Evaluation of Water Quality Suitability for Floating-Net Cage Aquaculture in Cirata Reservoir
Zahidah
Unpad
Indonesia
Unpad
, , , , , , , ,

Penelitian untuk mengevaluasi kelayakan kualitas air Waduk Cirata sebagai areal budidaya dalam KJA berdasarkan Indeks Kelayakan Kualitas Air (WQSI) telah dilaksanakan dari bulan Juni 2004 sampai dengan September 2004. Hasil penelitian pendahuluan menunjukkan Waduk Cirata dibedakan menjadi dua zone, yaitu zone bahan organik ringan (nilai COD < 25 mg/L diwakili oleh Patokbeusi dan Jatinengang ) dan zone bahan organik sedang (nilai COD antara 25 mg/L sampai 60 mg/L, diwakili Gandasoli, Cicendo dan Cihea). Pengambilan sampel dilakukan sebanyak 6 kali dengan selang waktu 14 hari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara umum Waduk Cirata lebih sesuai untuk ikan nila dibandingkan ikan mas. Indeks tertinggi di Waduk Cirata ditempati oleh lokasi Cihea, baik untuk ikan mas, maupun ikan nila dan saat ini ditempati oleh sedikit KJA, sedangkan lokasi-lokasi yang banyak ditempati oleh KJA (Patokbeusi dan Gandasoli) memiliki indeks yang jauh lebih kecil atau memiliki kesesuaian yang rendah.

Research on Water Quality Suitability Index (WQSI) in Cirata Reservoir has been conducted from Juni to September 2004. The aim of the research was to evaluate water quality suitability for aquaculture used WQSI method. Preliminary research showed that Cirata Reservoir based on Chemical Oxygen Demand (COD)were divided into two zone (COD value <25 mg/L represented by Patokbeusi and Jatinengang and COD between 25 mg/L and 60 mg/L represented by Gandasoli, Cicendo and Cihea). Water sample were taken six times every 14 days. The result of the research showed that Cirata reservoir more suitable for nile tilapias than common carp. Cihea had highest index and locations were had much FNCA had lower index.

Download: pdf