Abstrak RSS

Pencemaran Udara Oleh Timbal (Pb) Di Bandung (Studi Kasus: Soekarno Hatta, Lingkar Selatan, Ganesha Dan Dayeuh Kolot)

Pencemaran Udara Oleh Timbal (Pb) Di Bandung (Studi Kasus: Soekarno Hatta, Lingkar Selatan, Ganesha Dan Dayeuh Kolot)
Nurullia Fitriani, S.Si, Mt
Unpad
Indonesia
Unpad
, , ,

Timbal di udara berasal dari pembakaran bahan bakar bertimbal kendaraan bermotor atau industri dan menempel pada partikulat debu. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui daerah yang memiliki tingkat konsentrasi partikulat dan timbal udara yang tinggi di Bandung (Studi kasus : Soekarno Hatta, Lingkar Selatan, Ganesha dan Dayeuh Kolot) serta rasio logam Pb udara terhadap partikulat. Pangambilan sampel udara dilakukan dengan alat High Volume Sampler (HVS)untuk TSP dan Low Volume Sampler (LVS) untuk PM10. Dari hasil penelitian diketahui bahwa daerah Dayeuh Kolot merupakan daerah yang memiliki PM10 dan TSP paling tinggi yaitu 190.9035 µg/ m3 untuk PM10 dan 405.584 µg/ m3 untuk TSP. Nilai ini sudah melebihi baku mutu Peraturan Pemerintah RI No. 41 tahun 1999. Konsentrasi Pb udara Dayeuh Kolot juga tinggi yaitu sekitar 0,0498 – 0,545 g/m3 untuk PM10 dan 0,5992 g/m3 untuk TSP. Dari hasil analisis rasio logam Pb udara terhadap partikulat diketahui bahwa logam Pb cenderung mendominasi partikel debu yang berukuran kecil (PM10).

Download: doc