Abstrak RSS

Profesionalisme Penyuluh

Profesionalisme Penyuluh
Sugeng Winaryanto, Unang Yunasaf, Adang Rusmana
Fapet Unpad
Indonesia
Unpad
, , ,
Unang Papet abstrak

Penelitian ini telah dilaksanakan di wilayah kerja koordinasi Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Tanjungsari, Kabupaten Sumedang. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui kualitas profesional penyuluh, peran penyuluh sebagai agen pembaharu, dan hubungan kualitas profesional penyuluh dengan perannya sebagai agen pembaharu. Penelitian dilakukan dengan metode survai. Pengambilan responden dilakukan secara sensus. Jumlah responden adalah 18 orang. Uji keeratan hubungan yang digunakan adalah uji korelasi rank spearman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas profesional penyuluh tergolong tinggi. Unsur-unsur kualitas profesional penyuluh menunjukkan: sikap terhadap profesi tergolong tinggi, kesediaan belajar tergolong tinggi, kajian lapang tergolong tinggi, dan penguasaan materi tergolong cukup. Peran penyuluh sebagai agen pembaharu tergolong tinggi. Unsur-unsur peran penyuluh sebagai agen pembaharu menunjukkan: perannya sebagai katalisator tergolong tinggi, perannya dalam memberikan pemecahan masalah petani tergolong tinggi, perannya dalam membantu petani dapat menolong dirinya sendiri tergolong tinggi, dan perannya sebagai penghubung terhadap sumber-sumber yang dibutuhkan petani tergolong cukup. Derajat hubungan kualitas personal penyuluh dengan perannya sebagai agen pembaharu menunjukkan adanya hubungan positif yang tinggi.

The study was conducted at Agricultural Extension Service working area, Tanjungsari subdistrict, Sumedang Regency. The aim of the study is to understand professionalism of extension worker and his role as reformer agent as well as the relationship of the two. It was carried out using survey method and there were 18 people chosen as respondents by census method. Closeness of the relationship was tested using Spearman Rank Correlation method. The results of the study show that professionalism of extension worker could be categorized as high including high professionalism attitude, high desire to learn, high field appraisal, and mastering the subject categorized as adequate. The role of extension worker as a reformer was also categorized as high in its function as catelyst, in solving farmer’s problems, in supporting farmers to stand alone, and his role as channel in connecting farmer’s requirements with its sources is adeguate. The degree of relationship between professionalsm of extension worker and his role as reformer agent indicated high positive relation.

Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi : http://www.lppm.unpad.ac.id