Abstrak RSS

Analisis Perbandingan Kinerja Perusahaan Pt. Bank Cimb Niaga Tbk Sebelum Dan Setelah Melakukan Tindakan Merger

Analisis Perbandingan Kinerja Perusahaan Pt. Bank Cimb Niaga Tbk Sebelum Dan Setelah Melakukan Tindakan Merger
Dian Febiyanti
Unpad
Indonesia
Unpad
, , ,

Setiap perusahaan dituntut untuk selalu mengembangkan strateginya agar dapat bertahan hidup, berkembang dan berdaya saing dalam era globalisasi serta persaingan bebas ini. Salah satu strategi yang dapat dilakukan oleh perusahaan agar bisa bertahan atau bahkan berkembang adalah dengan melakukan merger dan akuisisi. Strategi tersebut didukung pula dengan kebijakan kepemilikan tunggal (single presence policy/SPP) yang telah dikeluarkan Bank Indonesia.

Kinerja keuangan perusahaan yang telah melakukan tindakan merger perlu diukur dari efisiensinya diproksikan dengan beberapa tolak ukur yang tercermin di dalam keuangan agar diketahui tingkat keberhasilan dari keputusan tersebut. Pengukuran kinerja tersebut dilihat dari rasio-rasio keuangan seperti CAR, NPL, LDR, ROA dan PER. Objek penelitian dalam studi ini adalah perusahaan perbankan yang telah melakukan merger yaitu PT. Bank CIMB Niaga Tbk. Metode dan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode komperatif deskriptif dan data sekunder. Data-data tersebut diambil dari laporan keuangan triwulan PT. Bank CIMB Niaga Tbk. sebelum dan setelah merger selama periode Tahun 2006 sampai dengan Tahun 2010.

Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa PT. CIMB Niaga Tbk. setelah melakukan tindakan merger cenderung mengalami penurunan, namun penurunan tersebut tidak terlalu besar, hal tersebut dimungkinkan karena dampak penyesuaian setelah merger. Walaupun pada rasio NPL mengalami peningkatan lebih baik dari pada sebelum merger. Sehingga dapat disimpulkan bahwa merger jika diteliti dalam jangka waktu dekat masih belum dapat mempengaruhi kinerja keuangan dan memberikan dampak yang lebih baik bagi perusahaan yang telah melakukan tindakan merger tersebut. Maka perusahaan yang terkait dalam aktivitas ini perlu terus melakukan penyesuaian, perbaikan kinerja, dan menggabungkan keunggulan-keunggulan yang semula telah dimiliki oleh masing-masing pihak dengan tujuan untuk mencapai suatu sinergi dari merger dapat tercapai dan nilai perusahaan semakin meningkat.

Every company must continuously develop its strategy in order to survive, to grow and competitively in the globalization era and free trade. Merger and acquisition is one of the strategies which is supported by the single presence policy/ SPP and issued by Bank Indonesia.

The financial performance of the companies which has done the merger must measure its efficiency and proxies based on some benchmarks that reflected in the financial performance to know the success rate of the decision. These measurements can be observed from financial ratio such as: CAR, NPL, LDR, ROA, and PER. The objective of this research is banking company that has been merged, between PT. Bank CIMB Niaga Tbk and LippoBank. Methods and data used in this research are descriptive comparative method and secondary data. These data were taken from the quarterly financial reports of the PT. Bank CIMB Niaga Tbk. before and after merged in the period of 2006 to 2010.

From the research it shows that after PT. Bank CIMB Niaga Tbk. merged the financial tends to decrease, but not to less. It’s possible because of the adjustment after the merger in spite of the NPL ratio increasing before the merger. It can be concluded that merger can’t be measured on short terms and have a little effect on the financial performance and give a good impact for the company. For that companies which done this merger must continue on making adjustments, improving performance, and combining values which owned by each parties before merger in order to achieve a merger synergy and value added for the company.

Untuk Keterangan Lebih Lanjut Silahkan Menghubungi : http://cisral.unpad.ac.id