Abstrak RSS

Preferensi Lalat Buah Bactrocera Dorsalis Complex (Diptera : Tephritidae) Terhadap Beberapa Varietas Mangga

Preferensi Lalat Buah Bactrocera Dorsalis Complex (Diptera : Tephritidae) Terhadap Beberapa Varietas Mangga
Martua Suhunan Sianipar
Unpad
Indonesia
Unpad
, , , , ,

Lalat buah merupakan salah satu hama utama yang menyerang tanaman mangga. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui preferensi lalat buah Bactrocera dorsalis pada beberapa varietas mangga, antara lain varietas Gedong, Arumanis, Cengkir, Bapang, dan TO. Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Entomologi dan rumah kasa Jurusan Hama dan Penyakit Tumbuhan, Fakultas Pertanian, Universitas Padjadjaran, dari bulan Desember 2007 sampai dengan Maret 2008. Metode penelitian yang digunakan adalah metode percobaan dengan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang terdiri atas lima perlakuan dan lima ulangan. Hasil penelitian menunjukkan preferensi lalat buah B. dorsalis pada beberapa varietas mangga yaitu Varietas TO dan Arumanis kurang disukai daripada varietas Bapang, Cengkir, dan Gedong. Intensitas serangan tertinggi terjadi pada varietas Gedong yaitu sebesar 60% dan intensitas serangan terendah adalah pada varietas TO yaitu 0%. Hal ini dipengaruhi oleh biofisik mangga seperti bau (aroma), warna, dan ketebalan kulit, serta kadar gula yang terkandung pada setiap varietas mangga tersebut.

Fruit Fly (Bactrocera dorsalis) is one of mayor pests that attack mango fruits. The objective of this research was to study preferences of B. dorsalis on several mango varieties, Gedong, Arumanis, Cengkir, Bapang, and TO. The research was conducted in the Entomlogy Laboratory and screen cage of Plant Pest and Disease Department, Faculty of Agriculture University Padjadjaran, started from December 2007 to March 2008. The research method used was experiment method with a Randomized Block Design that carried out with five treatments and five replications. The result showed that the preferences of B. dorsalis was different among mango varieties. The preferences on mango varieties of TO and Arumanis were less than the preferences on Cengkir, Bapang, and Gedong varieties. The highest intensity was 60% on Gedong variety and the lowest intensity was 0% on TO variety. The preferences was influenced by the biophysic characteristics of mango such as skin colour, skin thinckness, odour, and sugar content of each mango varieties.

Download: pdf.