Abstrak RSS

PERAN EKSTRAK ETANOL TOPIKAL DAUN MENGKUDU (MORINDA CITRIFOLIA L.) PADA PENYEMBUHAN LUKA DITINJAU DARI IMUNOEKSPRESI CD34 DAN KOLAGEN PADA TIKUS GALUR WISTAR – ROLE OF NONI (MORINDA CITRIFOLIA L.) LEAF ETHANOLIC EXTRACT TOPICAL APPLICATION ON WOUND HEALING EXAMINED FROM CD34 IMMUNOEXPRESSION AND COLLAGEN ON WISTAR RATS

PERAN EKSTRAK ETANOL TOPIKAL DAUN MENGKUDU (MORINDA CITRIFOLIA L.) PADA PENYEMBUHAN LUKA DITINJAU DARI IMUNOEKSPRESI CD34 DAN KOLAGEN PADA TIKUS GALUR WISTAR – ROLE OF NONI (MORINDA CITRIFOLIA L.) LEAF ETHANOLIC EXTRACT TOPICAL APPLICATION ON WOUND HEALING EXAMINED FROM CD34 IMMUNOEXPRESSION AND COLLAGEN ON WISTAR RATS
Indah Puti Rahmayani Sabirin, Ani Melani Maskoen, Bethy S. Hernowo
MKB
Indonesia
MKB
, , , , , ,

Luka akan menimbulkan masalah jika penanganannya kurang baik sehingga menyebabkan luka kronik. Mengkudu (Morinda citrifolia L.) merupakan tanaman khas daerah tropis termasuk Indonesia, yang buah, daun, dan akarnya sering digunakan dalam pengobatan tradisional, di antaranya untuk menyembuhkan luka. Penelitian dengan rancangan eksperimental sederhana ini bertujuan untuk mengetahui efek penggunaan ekstrak etanol daun mengkudu terhadap penyembuhan luka pada pemberian topikal, dengan melihat gambaran histopatologis yang terdiri atas sel fibroblas, infiltrasi sel inflamasi, imunoekspresi cluster of differentiation 34 (CD34), dan deposisi kolagen. Penelitian dilakukan di laboratorium Farmakologi dan Patologi Anatomi RS Dr. Hasan Sadikin Bandung pada November 2010‒September 2011. Penelitian ini dilakukan pada 36 tikus dengan membuat eksisi pada punggung tikus. Kemudian tikus-tikus tersebut dibagi menjadi 2 kelompok yaitu kelompok kontrol dan perlakuan ekstrak etanol daun mengkudu topikal pada luka. Jaringan luka tiap kelompok diamati secara mikroskopis pada hari ke-3, 7, dan 14. Hasil penelitian menunjukkan penyembuhan luka kelompok perlakuan cenderung lebih baik, dilihat pada data hari ke-3, 7, dan 14 pada semua parameter. Uji statistik Mann-Whitney pada tingkat kepercayaan 95% (p<0,05) untuk jumlah fibroblas, infiltrasi sel inflamasi, imunoekspresi CD34, dan kolagen berturut-turut p=0,319; p=0,290; p=0,251; dan p=0,245. Simpulan, ekstrak etanol topikal daun mengkudu cenderung bermanfaat pada penyembuhan luka, walaupun secara statistik tidak bermakna. [MKB. 2013;45(4):226–33]

Problems in wound healing occurred if proper care is not given and the wound develops into a chronic wound. Noni (Morinda citrifolia L.) is one of the most common plants in tropical areas, including Indonesia, which fruit, leaves dan root are used in traditional treatment, for example wound healing. This experimental research with post test-only control group design identified the effect of topical application of noni leaves ethanol extract on woundhealing by examining the histopathological appearance of fibroblas count, inflammatory cell infiltration, cluster of differentiation 34 (CD34) immunoexpression, and collagen deposition. The research was performed between November 2010 until September 2011 at the Pharmacology and Pathology Anatomy laboratories of Dr. Hasan Sadikin General Hospital Bandung. Excisions were made on each back of the rat of the 36 rats that were divided into control and test groups where the test group received topical application of noni leaves ethanol extract. The wound was examined on day 3, 7, and 14 using a light microscope. The result showed a tendency of better wound healing in the test group for all parameters based on the data on day 3, 7, and 14. Mann-Whitney Test with 95% confidence interval (p<0.05) showed that the p value for fibroblast count, inflammation cell infiltration, CD34 immunoexpression and collagen subsequently were p=0.319, p=0.290, p=0.251, and p=0.245, respectively. In conclusion, topical application of noni leaves ethanol extract has a benefit on wound healing although the results are not statistically significant. [MKB. 2013;45(4):226–33]

Download: Pdf , Peer Review